Binjai (BarBar)

Terkait kenaikan harga beras di beberapa daerah pada awal Januari 2018 ini, namun estimasi panen di bulan Januari di Kota Binjai mencapai 3.212 ton gabah kering.

 

Hal ini dikatakan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Ir Dewi Anggraini, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya.

“Sekarang kita bicara untuk tingkat Binjai aja dulu ya. Kami bisa menjawab, kondisi sekarang di bulan ini bahwa persedian beras atau produksi ditingkat petani untuk estimasi panen yaitu ada 584 hektar. Kalau hitungan tonnya sekitar 3.212 ton gabah kering. Kami konfersikan untuk menjadi beras menjadi 1.680 ton,” ucapnya.

Saat ditanya apakah hasil panen tersebut mampu mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada di Kota Binjai, dengan tegas Dewi Anggraini mengatakan bahwa hasil panen tersebut belum mampu mencukupi untuk warga Binjai, dengan alasan lahan yang terbatas.

“Kalau dipresentasikan, karena bulan ini panen padi lumayan, sehingga beras 1680 ton, dibagi jumlah penduduk kota Binjai sebanyak 267.901 jiwa, artinya kebutuhan perorang Perbulannya hanya 8,1 Kilogram,” bebernya.

Untuk itu, sambung Dewi, dibutuhkan sekitar 2.169 ton lagi agar tercukupi. “Begitupun kita lihat dulu presentase dan jumlah kebutuhan dengan persedian beras yang ada di kota Binjai,” beber Dewi.

Ditanya mengenai jumlah stok beras Nasional berdasarkan data Bulog dan Kementan, Dewi Anggraini mengatakan bahwa dirinya kurang begitu mengetahui.

“Kalau berdasarkan data Kementan, saya kurang tau. Tapi saya baru lihat di Google, untuk stok beras masih mencukupi. Karena menurut kementerian Pertanian, mereka sudah turun bersama sama dengan Kementerian Perdagangan ke pasar yang tadinya dianggap kekurangan beras dan langka, namun ternyata melimpah,” bebernya.

Tidak hanya itu, Dewi Anggraini juga sependapat, bahwa di Bulog tidak menggambarkan yang ada dilapangan.

“Untuk pasokan beras di Kota Binjai, relatif aman. Tadi sudah saya tanya anggota, harga beras masih wajar. Untuk beras premium seharga Rp 12.000, kalau yang medium Rp 11.000. Harga tersebut masih wajar karena naiknya harga gabah. Dalam hal ini masih menguntungkan pertani,” sambung Dewi.

Dewi juga menegaskan, harga beras di Pasaran masih relatif aman, di karenakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, selalu melakukan pengecekan harga dua kali dalam seminggu.

“Kalau harga beras masih aman, karena anggota kami juga melakukan pengecekan harga di pasar Kebun Lada, Brahrang, dan Pasar Tavip, yang penting di kota Binjai tidak mengalami kelangkaan,” demikian Dewi Anggraini.