Bangkitkan Pariwisata, BI Siantar Insiasi Festival SISIBATAS LABUHAN di Batubara

BATUBARA – BarisanBaru.Com
Kegiatan ekonomi adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dunia ini hampir tidak ada manusia yang bisa melakukan segala hal seorang diri. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan bantuan dari orang lain untuk menjalankan kegiatan ekonomi.

Untuk itu Kegiatan ekonomi harus dilakukan oleh semua anggota masyarakat, mulai dari masyarakat biasa hingga pemerintah. Bahkan, kegiatan ekonomi harus dijaga dengan baik supaya roda perekonomian terus berputar. Roda ekonomi yang terus berputar dengan baik bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan hal tersebut diatas diperlukan kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menginsiasi Festival Sisi Batas Labuhan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dalam upaya membangkitkaan pariwisata dan wastra nusantara menggelar dengan berbagai perlombaan diantaranya Talkshow & Sosialisasi, busines matching, fashion show, lomba design busana , lomba fotografi, pelatihan wastra, workshop membatik, penanaman pohon mangrove dan showcasing produk UMKM, di Mangrove Park Pantai Sejarah Kabupaten Batubara Sabtu (29/10/2022).

di Sisi Batas Labuhan yang meliputi 8 kabupaten/kota yakni Siantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjung Balai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan yang merupakan wilayah kerja Bank Indonesia Pematangsiantar.

Seperti yang disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar Untuk memajukan sektor ekonomi kreatif di daerah, diperlukan sinergi berbagai pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, karena adanya keterbatasan sumber daya.

Bank Indonesia, katanya sebagai bank sentral yang sebenarnya tugas utamanya
adalah menjaga stabilitas moneter, system keuangan, dan system
pembayaran, tidak akan berdiam diri.

“Bank Indonesia tidak akan membatasi diri hanya pada tugas utamanya.
Karena sebagai lembaga negara, Bank Indonesia juga harus dapat
berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional, serta mewujudkan visi Indonesia Maju. Berbagai program terkait ekonomi kreatif dan pengembangan sektor
pariwisata telah dan akan terus kami lakukan. Salah satunya adalah melalui pagelaran event Festival SISIBATAS LABUHAN ini”,tutur Munandar

Lanjutnya, Pada kali ini, Festival SISIBATAS LABUHAN mengangkat tema mengenai
wastra dan pariwisata. Di bulan Maret 2022 lalu, festival yang sama kami lakukan di Parapat dengan mengangkat tema mengenai sektor usaha kopi.

Kegiatan Festival SISIBATAS LABUHAN ini merupakan salah satu upaya
BI bersama Pemda dari 8 kab/kota di wilayah kerja BI Pematangsiantar, khususnya Pemkab Batubara, dalam meningkatkan kapasitas, serta memperluas akses pembiayaan dan pemasaran pelaku UMKM.

Teuku Munandar menjelaskan Festival yang akan berlangsung dari tanggal 29 s.d. 30 Oktober ini, terdiri dari kegiatan talkshow, sosialisasi, business matching, fashion
show, lomba desain busana, lomba fotografi, pelatihan wastra, workshop membatik, showcasing produk UMKM, penanaman pohon mangrove, serta peresmian Program Sosial BI.

Harapannya dengan kegiatan ini, ekonomi kreatif serta sektor pariwisata di kabupaten/kota wilayah kerja BI Pematangsiantar akan tumbuh berkembang. Selain itu, diharapkan produk-produk UMKM lokal akan semakin dikenal dan digunakan masyarakat.

“Mari budayakan pakai produk umkm lokal. Dengan membeli produk lokal, maka kita membantu membesarkan UMKM kita. Kalau barangnya laku, UMKM memiliki modal untuk mengembangkan usahanya, melakukan inovasi, dll. Disinilah peranan kita semua dalam memajukan UMKM. Kalau bukan kita, siapa lagi yg akan membantu UMKM lokal”,ujar Putra Aceh itu.

Pada kesempatan itu Teuku Munandar menjelaskan Pemilihan lokasi Festival SISIBATAS LABUHAN kali ini, yaitu di Kabupaten Batubara adalah dengan pertimbangan melihat potensi yang dimiliki
Kabupaten Batubara, serta keseriusan Pemkab Batubara yang selama ini kami
amati memiliki komitmen tinggi dalam mengembangkan ekonomi daerah.

“Kami mengamati kondisi ekonomi Kabupaten Batubara dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan, meskipun pandemi melanda dunia. Pertumbuhan ekonomi Kab. Batubara sebelum pandemi selalu tumbuh
positif, yaitu sebesar 4,38% di 2018 dan 4,35% di 2019. Di tahun 2020 saat pandemi baru terjadi, pertumbuhan ekonomi Kab.
Batubara mengalami pertumbuhan negatif yaitu sebesar -0,31%, namun kondisi yang sama juga terjadi di semua daerah di Indonesia bahkan di dunia”,tukasnya.

Menurut Munandar, Seiring membaiknya pandemi, ekonomi Kabupaten Batubara menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan positif sebesar 2,35%. Semua ini
tentunya tidak terlepas dari semangat dan program kerja Pemkab Batubara yang dipimpin oleh Pak Bupati dan Wakil Bupati, serta didukung Forkopimda.

Geliat ekonomi di Kabupaten Batubara, katanya, juga tercermin dari jumlah kredit yang disalurkan perbankan yang mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Pada tahun 2018 Perbankan Batubara menyalurkan kredit sebesar Rp516 miliar, kemudian tahun 2019 meningkat menjadi Rp576 miliar. Saat pandemi di tahun 2020 sempat mengalami penurunan menjadi
Rp530 miliar, namun di 2021 kembali tumbuh mencapai Rp590 miliar.

Terima kasih kami ucapkan kepada pimpinan perbankan, yang telah mensupport Pak Bupati dalam membangun ekonomi di Kabupaten Batubara

Sementara Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima mengapresiasi dan berterima kasih kami ucapkan kepada Bank Indonesia Pematang Siantar atas penyelenggaraan Festival SisiBatas Labuhan 2022 yang dilaksanakan di Pantai Sejarah ini bersama Pemprov Sumatera Utara, Pemkab Batu Bara beserta stakeholder utama lainnya, Instansi/Kedinasan, Dekranasda, Perbankan, Pesantren, Kelompok UMKM serta para Desainer yang juga dilibatkan dalam mensukseskan event ini.

“Peran Bank Indonesia yang terus mendukung pengembangan ekonomi daerah khusunya di Kabupaten Batu Bara juga kami garis bawahi. Ramuan mujarab Bank Indonesia dalam menstimulus pengembangan ekonomi dan menjaga stabilitas inflasi tidak perlu kita ragukan lagi”,ucap Wakil Bupati.

Oky Iqbal menjelaskan Program pengembangan UMKM seperti WUBI (Wirausaha Unggulan Bank Indonesia) Program Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pengembangan Pertanian Berbasis Teknologi dan Total Organik, Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Keuangan Daerah adalah bentuk langkah sistematis untuk menstimulus pengembangan ekonomi.

“Semoga pelaksanaan kegiatan festival SISIBATAS LABUHAN Bank Indonesia dapat menjadi tolak ukur kita dalam melaksanakan promosi dan peningkatan kompetensi pelaku industri wastra dan pariwisata ke depannya”,tutur Wakil Bupati Batubara.(iw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.