Merasa Diperas, Leli Laporkan Oknum Polisi ke Propam

Padangsidimpuan – Barisan Baru News

Seorang Ibu rumah ,Leli Suryani ( 50 tahun) warga Jalan Bersama ,Kelurahan Losung Batu Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, melaporkan Kanit UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) Aiptu Ahmad Jamil Siregar dan Juper UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) Bripka Amun Kamil Siregar , (25 /5/2021) secara tertulis kepada Kasi Propam N.Siregar .di Polres Padangsidimpuan .Didampingi Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia(LPAI) Priska .E.K.Harahap

Pasalnya Leli Suryani Merasa keberatan dan tidak senang atas dugaan pungli oleh Kanit UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ) Polres Padang Sidimpuan dengan jupernya atas perkara anaknya MP 17 tahun anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum Polisi Aiptu Ahmad Jamil Siregar dan jupernya Bripka Amun Kamil Siregar pada hari kamis sekira jam 18.45 wib tanggal 29 april 2021tentang pencabutan perkara anaknya dengan no Stpl/B/III/IV/2021/Spkt /Polres Padangsidimpuan/Polda Sumut (terlampir P1a,P1b) dimana hari itu pihak korban telah bersedia berdamai dengan pihak terlapor Mp 17 tahun , anaknya dengan kesepakatan bahwa anak pihak korban Snl 17 dan pelapor anaknya ,pihak terlapor Mp dengan kesepakatan bahwa anak pihak korban dan anaknya Mp ,pihak terlapor akan dinikahkan hari itu juga sebagai tanggung jawab pihak terlapor Mp yaitu anaknya untuk menutup malu keluarga ,pihak pelapor Mp 17 tahun bersedia mencabut perkaranya dikantor Polres Padangsidimpuan pada hari itu juga kamis pada tanggal 29 april 2021 dengan menandatangani surat perdamaian antara pelapor dan terlapor (terlampir P2).

Adapun dugaan pemerasan dan pungli yang diduga dilakukan oleh pihak oknum Polisi Ahmad Jamil dan Amun Kamil kepada Leli Suryani,ketika pelapor hendak mencabut perkara.

Kronologi berawal ketika Leli mengatakan ditelepon oleh Juper UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Amun Kamil Siregar memakai handphone pelapor Kasmina dengan memintai uang senilai Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) kemudian selanjutnya dimintai uang Rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dan saya memiliki bukti fhoto screnshoot pelapor Kasmina yang dipakai oleh Juper Ammun Kamil Siregar sekira pukul 13.14 wib sampai dengan jam 14.17 wib

Ujar Leli kepada awak media di rumah Priska di Jalan Serma Lian Kosong.

Tandanya saya tidak bohong tentang hal ini screen shoot panggilan handphone terlampir P3a,P3b,P3c ,P3d yang mana pemerasan dan pungli

Kepadanya disertai dengan kata kata penekanan dan nada mengancam apabila saya tidak memberikan uang cabut perkara maka anak saya akan dipenjara dan ditahan lagi selama 15 tahun penjara .Akibat dari pengancaman dan pemaksaan tersebut ,saya sempat bermohon dengan menangis karena saya tidak punya uang ujarnya saat dijumpai awak Media di rumah Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Priska .E.K.Harahap di jl Serma Lian Kosong.

Ahirnya karena desakan oknum kedua Polisi minta sambil dengan,paksaan bahkan membentak bentak saya sembari mengatakan bahwa Kasat juga harus dapat bagian uang tersebut,dengan terpaksa saya memberikan uang tersebut .Lebih lanjut awalnya saya memberikan uang senilai rp 500000 (lima ratus ribu rupiah ).Di dalam amplop putih Dan kemudian saya diancam lagi tentang perkara,bisa dilanjutkan dan diproses walau sudah berdamai ,anak saya Mp bisa ditahan 15 tahun penjara dan mengatakan Kasat Reskim sudah mendesak uangnya . Saya kurang tau apakah kedua oknum Polisi itu benar ada permintaan Kasat Reskim,AKP Bambang Priyatno,atau hanya menjual nama Kasat Reskim ,untuk menakut nakuti saya ,ujar Leli .Lebih lanjut saya bermohon jangan lagi dimintak uang karena uang untuk menikahkan anak saya hanya tinggal rp 500000 (lima ratus ribu rupiah).

(Dw)

Leave a Reply

%d bloggers like this: