DITUDING “BOCORKAN” INFO, Satpam SMAN 5 Padangsidimpuan DIPECAT

@adm

barisanbaru News (Padangsidimpuan)

Peristiwa pemberhentian (pemecatan) Satuan Pengamanan (Satpam) SMAN 5 Padangsidimpuan diduga tidak sesuai prosedur dan ketentuan perundangan yang belaku.

ZE Sihombing adalah Satpam di SMAN 5 Padangsidimpuan,dia mulai menjalankan aktivitas sebagai satpam di SMAN 5 Padangsidimpuan dimulai pada tahun 2014 lalu.Sebagai Satpam dia menjalanlan pekerjaannya sesuai tupoksi dan ketentuan yang berlaku sekitar 7 tahun.

Merasa tiada kesalahan yang dia perbuat,namun tiba-tiba dia dipecat dan diberitahukan oleh guru dan beberapa murid SMAN 5 Padangsidimpuan bahwa dia telah dinonaktifkan dari tugasnya.

Ditemui dibilangan Jl.Melati Kelurahan Ujung Padang Kota Padangsidimpuan Selasa 16/03/21 ZE Sihombing (40) mengatakan awal mula saya tidak mengetahui penyebab dinonaktifkannya saya dari Satpam SMAN 5 Padangsidimpuan ungkapnya.

Setelah beberapa guru dan murid memberitahukan kepadaku terkait hal itu baru saya mengetahuinya bahwa tanggal 25 februari 2021 dalam rapat telah dibahas tentang itu,sungguh miris momen seperti itu disampaikan terhadap para murid ucapnya haru.

Mengetahui hal itu,saya langsung menemui Kepala Sekolah untuk memperoleh keterangan apa penyebabnya saya di nonaktifkan,hasil dialog dengan kepala sekolah ternyata saya dipecat akibat tertangkap kamera CCTV waktu saya meladeni tamu oknum wartawan tegasnya.

Saya dianggap membocorkan info,padahal dialog dengan oknum wartawan tersebut hanya seputar pengecatan pagar sekolah dan saya mengatakan yang sebenarnya bahwa saya digaji Rp.50.000 per hari selama 8 hari kerja imbuhnya.

Saya tidak terima perlakuan ini,peristiwa ini mendzolimiku.Kalau memang dipecat ya semestinya ada surat pemberhentian,karena saya masuk sebagai tenaga satpam disekolah tersebut pakai surat lamaran dan saya mempunyai SK,sudah semestinya sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan untuk diketahui hak normatif saya untuk bulan februari 2021 belum disalurkan tandasnya.

Zul Sahlan Siregar,S.Pd,M.Si Kepala sekolah SMAN 5 Padangsidimpuan membenarkan peristiwa itu melalui handphone beliau mengatakan penonaktifan satpam sekolah dilakukan karena anggaran komite tiada lagi untuk satpam sekolah dan keputusan ini adalah keputusan bersama dengan para guru SMAN 5 Padangsidimpuan tutup beliau singkat.(AHN)

Leave a Reply

%d bloggers like this: