Medan, barisanbaru.com
RS.Royal Prima diprediksi selama ini beroperasi tapi administrasinya asal jadi. Sebagai seorang Sarjana Ilmu Politik dengan program studi Administrasi Negara Ketua LSM SUARA PROLETAR Ridwanto Simanjuntak,SIP menyatakan bahwa bisa jadi prediksinya memang mengandung kebenaran.
Sebagai contoh, pembatalan operasi tulang belikat lengan sebelah kiri anaknya Samuel Simanjuntak,SM yang sesungguhnya sudah dijadwalkan untuk dioperasi pada hari Senin (9/2) serta disuruh datang untuk masuk ke ruangan pada hari Minggu (8/2) ternyata dibatalkan secara sepihak dan pembatalan tersebut disampaikan via telepon dengan alasan yang tidak logika alias mengada-ada.
Mengapa dikatakan mengada-ada? Karena perawat yang menyampaikan pembatalan pelaksanaan operasi tulang belikat lengan sebelah kiri Samuel Simanjuntak,SM menyatakan bahwa keempat dokter ortopedi semuanya cuti Imlek sementara pada saat pembatalan operasi tersebut disampaikan kepada Aviva Sari Octavia Simanjuntak,S.Pd belum memasuki hari raya Imlek. Disamping itu, telepon yang dilakukan Aviva Sari Octavia Simanjuntak,S.Pd beserta ibunya dengan menggunakan nomor ponsel yang berbeda, sama sekali tidak dijawab oleh perawat yang menghubungi Aviva Sari Octavia Simanjuntak,S.Pd padahal saat itu masih jam kerja.
Komplain yang dilakukan keluarga Samuel Simanjuntak,SM pada hari Minggu (8/2) mulai dari ruang pendaftaran BPJS di IGD sekitar pukul 09.30 wib, karena merasa malu dengan orang-orang yang berdatangan ke RS.Royal Prima, sekitar 30 menit kemudian keluarga Samuel Simanjuntak,SM selama kurang lebih 2 jam dibiarkan di ruang Rujuk Balik. Merasa tidak diperlakukan sebagai manusia, Ketua LSM SUARA PROLETAR Ridwanto Simanjuntak,SIP mengajak keluarganya ke lobi RS.Royal Prima dan selama kurang lebih 3 jam mereka dibiarkan begitu saja.
Ketua LSM SUARA PROLETAR pada saat itu meminta untuk dipertemukan dengan orang yang paling bertanggungjawab atas operasional RS.Royal Prima pada hari itu, direktur RS.Royal Prima, dr.Jeff Loren,M.Ked(Surg), Sp.OT, owner RS.Royal Prima bahkan pada saat sekuriti RS.Royal Prima meminta agar keluarga Samuel Simanjuntak,SM tidak teriak-teriak, Ketua LSM SUARA PROLETAR menyatakan kepada sekuriti RS.Royal Prima yang meminta mereka (keluarga Samuel Simanjuntak,SM) tidak mengeluarkan suara dengan nada tinggi, Ridwanto Simanjuntak,SIP menyuruh sekuriti tersebut agar memanggil polisi atau pengacara untuk mengusir mereka, akan tetapi permintaan tersebut tidak dipenuhi.
Menelaah surat rujukan yang dikeluarkan RS.Royal Prima ke RS.Bunda Thamrin terkait pengalihan BPJS Kesehatan terdapat kejanggalan-kejanggalan sebagai berikut :
1.tertulis pada surat rujukan tersebut dikeluarkan tanggal 4 Februari 2026, sesungguhnya surat tersebut dikeluarkan tanggal 9 Februari 2026.
2.pada sebelah kanan pada bagian bawah tertera kata “mengetahui”, akan tetapi tidak ada nama, tanda tangan, stempel maupun barkot dibawah tulisan yang menyatakan “mengetahui” tersebut.
3.mengapa disebelah kiri bawah surat rujukan tersebut dinyatakan ,: tgl cetak.08-02-2026 15.59.pm sementara dibagian kanan pada bagian atas surat rujukan tersebut dinyatakan bahwa surat tersebut tertanggal 4 Februari 2026.
Terkait hal ini Ketua LSM SUARA PROLETAR Ridwanto Simanjuntak,SIP menyatakan siapa yang bertanggung jawab atas surat rujukan tersebut???
We wait to see the next, “kata Ridwanto Simanjuntak,SIP.








