Terkait Prihal Kemanusiaan Kunjungan SWI Sumut ke Sibara-bara, SekDis PUPR Tapsel Akui Kewalahan Atasi Banjir & Jalan Rusak

Tapsel, barisanbaru.com

Terkait rusak dan parahnya bak ibarat kubangan kerbau sepanjang jalan yang dilalui ketika akan menuju pemukiman ratusan warga yang belum dialiri listrik rumah di Dusun Batu Tua, Desa Tindoan Laut sewaktu kedatangan Tim Investigasi Organisasi Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut turun kelapangan pada Kamis, (12/5/2022) lalu.

Sontak seketika dikonfirmasi Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tapsel, Chairul Rijal Lubis ST MM dikantornya di Sipirok, mengenai jalan yang rusak parah dari mulai dari tahun 2003, ironisnya Dinas PUPR Tapsel tak kenal Dusun Batu Tua yang bermukim ratusan manusia tanpa lampu penerangan listrik PLN, pada Selasa (17/5/2022) .

Kadis PUPR enggan berkomentar, “konfirmasi kepada Sekretaris Budi Amin Harahap ST saja, karena saya mau sholat lagi,”ujarnya.

Ket Foto : Kadis PUPR Tapsel yang enggan berkomentar ketika dikonfirmasi.

Sewaktu ditemui, Sekretaris Dinas PUPR Tapsel, Budi Amin mengatakan, mulai dari Tahun 2014 itu sudah ditarik arus dari PLN melalui daerah Simataniari sampai ke Desa Si Bara Bara, memang kalau listrik sudah masuk kesana, kalau Dusun Batu Tua itu gak kenal saya daerahnya itu, ujar Budi Amin.

Ket foto : ketua DPW SWI Sumut

Kalau wilayah Kabupaten Tapsel cuma sampai daerah SiBara Bara lah terakhir itu , Dusun Tampu Sonang itu ditengah- tengah Sibara-bara, kalau daerah dusun Batu Tua itu gak tau saya, itu mungkin masyarakat setempat yang menamakan nama daerahnya itu.ujar Budi Amin. Lebih lanjut mengenai jalan yang rusak memang ada problem, karena kawasan itu dilalui dua sungai, satu sungai Aek Batang Toru ,satu lagi Sungai Aek Sangkunur .

Kalau terjadi curah hujan berlebih mengakibatkan sungai Batang Toru naik , masuk arus Sungai Sangkunur ke Sungai Batang Toru, Air Sungai Sangkunur gak bisa keluar dan melimpah airnya sampai ke Desa Sibara Bara sehingga terjadi Banjir.

Kalau sudah banjir mengakibatkan Infrastruktur ,parit Drainase kurang bertahan lama, ujarnya.

Ditanyakan bagaimana solusinya, Budi Amin mengatakan,solusi itu tidak bisa dilakukan dari Tapanuli Selatan sendiri,itu harus kewenangan wilayah batang toru ,Stakeholder,dan harus banyak pihak pihak terkait termasuk masyarakatnya dan Pemda. Lebih lanjut Budi Amin mengatakan dari dulu masalah banjir belum teratasi mulai dari daerah Sibara Bara dan sekitarnya,  tutupnya.

(DW)

 

KOMENTAR ANDA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: