Pasca Kenaikan BBM, Gapensi Siantar Minta Eskalasi Harga Proyek Kepada Pemko

SIANTAR – BarisanBaru.Com
Pasca Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak dengan kenaikan harga material dan upah kerja untuk pekerjaan proyek.

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Pematang Siantar, meminta Pemko Pematang Siantar melakukan eskalasi harga atau penyesuaian harga material proyek, terkhusus pada proyek yang belum berkontrak.

Permintaan itu menyusul adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 3 September 2022 kemarin. Seperti disampaikan Ketua Gapensi Kota Pematang Siantar Henry Tedi Silalahi yang ditemui BarisanBaru.com, Jumat (16/9/22).

“Tentunya dengan Kenaikan harga BBM itu akan berdampak terhadap naiknya harga upah karyawan dan bahan bangunan. Harga-harga material mulai merangkak naik, dan yang lebih signifikan pada bahan yang berhubungan dengan BBM, seperti aspal atau hotmix,” tuturnya.

Hal lain yang diperkirakan turut memperngaruhi, kata Tedi, adalah menumpuknya pekerjaan yang bersamaan di akhir tahun 2022. “Dari pengalaman, harga semen itu Rp56 ribu per sak. Namun disaat mendekati akhir tahun harga semen itu bisa melonjak naik mencapai Rp 80 ribu per sak,” ungkapnya.

Untuk penyesuaian harga pasca kenaikan BBM itu, kata Tedi, pihaknya akan menyurati Wali Kota Pematang Siantar.
“Itu suratnya sudah ada, tinggal mengantarkannya ke Pemerintah Kota Pematang Siantar. Surat itu nantinya akan kita tembuskan ke Dinas PUPR dan Dinas PRKP,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Pematang Siantar Ali Akbar yang dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya saat ini tengah melakukan survei harga ke toko-toko bangunan.

Ali Akbar menjelaskan Tim kami sekarang masih melihat harga pasar. Tadi SPT (Surat Perintah Tugas) melihat ke beberapa panglong (toko bahan bangunan), yang dominan dipakai untuk kebutuhan di PRKP ini.

“Nanti setelah itu, dibandingkanlah harganya. Dari panglong A, B dan C misalnya, ada tiga panglong, berapa harga semennya nanti, ditambahkan semua, lalu dibagi tiga, setelah itu kita lihat dengan Standard Satuan Harga (SSH) dan apabila masih dibawah SSH masih bisa, Jadi masih kita survei, belum bisa kita tentukan saat ini,” tuturnya.(iw)

 

KOMENTAR ANDA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: