Keluarga Menanti Kabar Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Nasional137 Dilihat

Jakarta, (barisanbaru.com)

Penantian Keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan), Sulawesi Selatan, masih menanti kabar pencarian korban dari tim Search And Rescue (SAR) gabungan.

Suasana duka juga terlihat di rumah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban, salah satunya Deden Maulana, berdomisili di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (18/1/2026).

Kerabat dan tetangga mendatangi rumah Deden Maulana untuk memberi semangat dan dukungan. Kini, keluarga masih terpukul dengan kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar.

Ayah Deden Maulana yang bernama Muksin, menyebut keluarganya telah bersiap untuk terlibat proses identifikasi korban. Proses identifikasi dilaporkan akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar setelah korban ditemukan pasca kecelakaan.

Rencananya istrinya, adiknya, sama suami (adik ipar),” kata Muksin sebagaimana diutarakan kepada Wartawan pada Minggu (18/1).

Muksin mengaku terakhir mendapat komunikasi Deden Maulana pada Kamis (15/1). Namun, sang anak tidak berpamitan saat ikut penerbangan dinas ke Makassar pada Sabtu (17/1/2026) lalu.

“Terakhir kontak hari Kamis, biasanya dia mau berangkat dinas minta didoain. Kemarin nggak ada kabar, tahu-tahu kabarnya udah pergi,” kata Muksin.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar menyatakan, “tim SAR gabungan telah menemukan badan, ekor, dan jendela pesawat ATR 42-500 di puncak Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1) pagi”.

Diutarakan Arif, kini tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di lokasi serpihan pesawat. Pasalnya, korban kecelakaan belum ditemukan.

“Arif tegaskan, tupoksi utama kami saat ini pencarian korban, mudah-mudahan masih ada yang bisa dievakuasi dalam kondisi selamat,” kata Arif dalam konferensi pers pada Minggu (18/1).

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses