Haidir Ginting : Untuk Jadi Pemimpin Harus Gunakan Filosofi Yang Jelas

Deli Serdang | barisanbaru.com
Untuk menjadi seorang pemimpin atau kepala desa tidaklah gampang. Karena untuk membangun desa menuju perubahan kearah yang lebih baik lagi harus memiliki sumber daya manusia yang handal dan punya filosofi yang jelas. Sehingga dapat terwujudnya pembangunan di desa yang merata menuju masyarakat yang tenteram, sejahtera, adil dan makmur. Sosok figur calon kepala Desa Bakaran Batu kecamatan Batang Kuis kabupaten Deli Serdang tak lain adalah Haidir Ginting punya pengalaman yang luas dan berjiwa kepemimpinan. Beliau sering membaca buku tentang filosofi sejarah seorang tokoh-tokoh nasional ataupun tokoh dunia.
Beranjak dari bekal pengalaman yang sudah dimilikinya sejak masih usia remaja hingga sampai saat ini sudah berumah tangga punya satu istri dan tiga orang anak. Akan berupaya untuk maju menjadi calon kepala Desa Bakaran Batu menuju pemilihan kepala desa (pilkades) pada 18 April 2022 mendatang. Tidak salah pilih jika pada saatnya nanti, masyarakat akan memilih Haidir Ginting serta mengusungnya untuk menjadi Kepala Desa Bakaran Batu periode 2022 – 2028.
Haidir Ginting yang merupakan alumni dari SMA PGRI Batang Kuis kepada media ini kemarin menjelaskan, niat untuk maju menjadi seorang kepala desa sudah ada sejak usia remaja. Bahkan sudah terpikir dari zaman atok (kakek) dan ayah saya, namun baru saat ini ada peluang untuk mendaftarkan diri dan sudah menyerahkan berkas kepada panitia pemilihan kepala desa (P2KD) Desa Bakaran Batu.
Putra kelahiran 22 Juni 1986 itu jika terpilih nanti dalam pilkades 18 April 2022 mendatang, Haidir Ginting punya visi mewujudkan sebagai kepala desa yang setara terhadap warganya. Kemudian ingin menjadikan warganya sebagai teman sejati bahkan majikannya, ujarnya.
Misinya, mengedepankan masyarakat dusun dalam membangun gagasan untuk membangun desa. Saya menilai kinerja pemerintahan desa Bakaran Batu selama ini baik. Tapi saya ingin agar terjadinya perubahan di desa untuk lebih baik lagi. Bahwa membangun desa semua berpulang kepada musyawarah dusun dan kalau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setuju baru kita jalankan. Dalam semua pembangunan di desa, ide dari masyarakat harus dilibatkan dan jangan sifatnya bisik-bisik. Keluarkan ide-ide yang sifatnya untuk kemajuan desa, serta apa yang menjadi keluhan warga selama ini dirasakan untuk dapat dicari solusinya. Agar terwujudnya program desa yang mau dicapai sehingga warga diperankan dalam membangun dan mengawasi jalannya pembangunan di desa, ujarnya lagi.
Selanjutnya, kata Haidir, dalam membangun ide / konsep kepala desa tidak bisa kerja sendirian tanpa melibatkan peran sertanya masyarakat. Jika niat yang tulus dan ikhlas untuk menjadi pemimpin di desa dapat tercapai, saya harus memiliki filosofi bahwa Alah SWT memberi kita mata, hidung, telinga, otak dan mulut. Artinya : lihat dahulu, dengarkan, pikirkan baru diungkapkan. Sehingga dengan mempedomi filosofi ini mudah-mudahan niat untuk menjadi kepala desa dapat terwujud dan saya optimis bisa meraih suara terbanyak, tandas Haidir Ginting mengakhiri pembicaraannya. (SP)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR ANDA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.