Forkopimda Siantar dan Tokoh Masyarakat Rakor Penanganan Covid-19 dan GGA

SIANTAR – BarisanBaru.Com
Forkopimda Kota Pematang Siantar bersama tokoh masyarakat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Lanjutan Penanganan Covid-19 dan Kasus Gagal Ginjal Akut (GGA) Progresif Atifikal pada Anak, di Convention Hall Siantar Hotel, Selasa (1/11/2022).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pematang Siantar Sofie M Saragih SSTP MSi dalam laporannya mengatakan, Rakor tersebut dalam rangka meningkatkan stabilitas dan kondusivitas Kota Pematang Siantar, khususnya lanjutan penanganan Covid-19 dan kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang terjadi belakangan ini.

Rakor, lanjutnya, dihadiri oleh Forkopimda, lembaga keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi adat, dan seluruh pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Pematang Siantar.

Sedangkan narasumber yang hadir yakni dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Awaludin dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar atau yang mewakili. Juga Kepala Pelaksana BPBD Kota Pematang Siantar.

Selanjutnya dibuka forum diskusi untuk mengakumulasi dan memformulasikan permasalahan-permasalahan yang muncul di Kota Pematang Siantar.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam sambutannya mengatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 Pasal 1 ayat 4 menyebutkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang selanjutnya disebut Forkompinda adalah forum yang digunakan untuk membahas penyelenggaraan urusan pemerintahan umum.

Rakor, lanjutnya, sebagai sarana dan sekaligus dapat membuka wacana gagasan dan pemikiran-pemikiran baru tentang bagaimana memacu pembangunan ke arah yang lebih baik untuk mencapai kota Pematang Siantar yang Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas.

“Seperti yang kita ketahui, pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua tentang ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan kita terhadap pandemi yang ternyata tidak cukup kuat. Akibatnya harga yang harus kita bayar sangatlah mahal. Banyak yang sudah menjadi korban bahkan kehilangan nyawa dan perekonomian pun mengalami keterpurukan karena pandemi ini. Oleh karenanya kita harus bekerja sama mengatasi pandemi serta membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan yang lebih kuat lagi untuk mengatasi pandemi tersebut,” paparnya.

Masih kata Wali Kota Susanti, momentum turunnya jumlah kasus saat ini harus dimanfaatkan dan jangan lengah.

“Kita masih harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dapat memutus rantai Covid-19 dan dengan sendirinya dapat meningkatkan perekonomian kita,” sebutnya.

Dilanjutkan Wali Kota Susanti, saat ini juga perkembangan kasus gagal ginjal akut pada anak sangat tinggi, yang diduga disebabkan tingginya pencemaran bahan pelarut yang di atas ambang batas yang ditetapkan.

Dijelaskan Susanti, Presiden RI dalam arahannya pada rapat penanganan kasus gagal ginjal akut menyampaikan agar kita semuanya memberikan perhatian bersama, mengutamakan kesehatan masyarakat, jangan menganggap ini masalah kecil.

“Ini sudah menjadi masalah besar dan menyampaikan kepada Menteri Kesehatan untuk sementara obat yang diduga dihentikan terlebih dahulu, menunggu investigasi secara menyeluruh dari BPOM pada seluruh obat sirup yang menggunakan bahan pelarut, secara terbuka dan transparan,” terangnya.

Namun juga harus berhati-hati dan objektif. Harus dapat memberikan penjelasan yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpang-siuran informasi di tengah-tengah masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.