“Alergi” Dikonfirmasi,Kadis Pariwisata Tapsel Tak Faham UU KIP

Tapsel | barisanbaru.com

Sulitnya mendapat klarifikasi dan balasan surat konfirmasi yang di layangkan Tim Pers Ke Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terkait Program Tahun Anggaran 2021, semakin memperkuat dugaan terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) dilingkungan Dinas tersebut.

Ironisnya, Saftar Harahap Kepala Dinas Pariwisata Tapsel, ketika beberapa kali tim pers mendatangi kantornya, tidak pernah berhasil di jumpai. Rabu (27/4/2022).

Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, 19 April 2022, Kadis Pariwisata Saftar Harahap terkesan alergi dan tidak bersahabat pada wartawan karena sampai hari ini tidak memberi jawaban konfirmasi pesan WA maupun konfirmasi melalui surat tertulis.

“Pada tanggal 11 April 2022 Tim Pers melayangkan surat konfirmasi tertulis ke Dinas Pariwisata yang di pimpinnya, dengan No.35/TP/IV/2022. Perihal : Mohon Penjelasan tertulis untuk muatan dalam berita”.

Samsul Bahri Hsb, rekan tim pers yang melayangkan surat konfirmasi ke Dinas Pariwisata Tapsel menerangkan, Adapun Program kegiatan Dinas Pariwisata yang dikonfirmasi diantaranya :

Pelaksanaan program pengembangan kapasitas daya saing keolahragaan senilai : Rp.1.680.088.300. Yang bersumber dari APBD TA 2021.

Pembinaan dan pengembangan olah raga pendidikan pada jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan Daerah Kabupaten/Kota senilai Rp.614.120.900.
Kordinasi sinkronisasi dan pelaksanaan pembentukan dan pembangunan pusat pembinaan olah raga serta sekolah olah raga yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha senilai Rp.394.101.500.

Kordinasi dan sinkronisasi dan pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana olah raga Kabupaten/kota senilai Rp.220.019.400.
Penyelenggaraan kejuaraan olah raga tingkat kabupaten/kota senilai Rp.108.796.500.

Partisipasi dan keikut sertaan dalam penyelenggaraan kejuaraan senilai Rp.108.796.500.
Pembinaan dan pengembangan organisasi olah raga dengan nilai Rp.807.170.900.

Pengembangan organisasi keolahragaan senilai Rp.697.170.900.
Pemberian penghargaan bagi organisasi keolahragaan berprestasi senilai Rp.110.000.000.

Pembinaan dan pengembangan olah raga senilai Rp.150.000.000.
Penyelenggaraan, pengembangan dan pemasalan festival dan olah raga rekreasi senilai Rp.150.000.000.

Samsul menyayangkan perilaku pejabat yakni kadis pariwisata Tapsel yang diduga alergi terhadap wartawan, dugaan ini sangat berdasar, ungkapnya.

“Dengan tegas ia mengatakan, akan terus berusaha untuk mengkonfirmasi semua yang terkait dalam beberapa program ini, keterbukaan informasi publik harus di prioritaskan dan di jalankan”.

“Seharusnya pejabat setingkat Kadis lebih faham UU No.14 tahun 2008 tentang Ketebukaan Informasi Publik(KIP). Seorang Kadis bukan semestinya berprilaku menutup diri terhadap setiap pemohon informasi publik, terang Samsul Bahri”.

(DW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.