Proyek Tanpa Plank Didesa Batu Godang Kecamatan Angkola Sangkunur Diduga “Abal-Abal”.

Tapsel, barisanbaru.com

Adanya pembangunan rabat beton di Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur. Kabupaten Tapanuli Selatan diduga banyak ditemui kejanggalan, Proyek yang pasti memakai Anggaran itu tidak mempunyai Papan Informasi, terpantau wartawan pada Minggu(27/06/2021).


Hal ini sungguh mengherankan,¬†Awak media yang coba mengkonfirmasi warga setempat, THEOPILUS MENDROFA mengatakan,” ini adalah proyek Penata Ruang dan Permukiman ( PERKIM ) dengan ukuran Lebar 2,60 cm,Panjang 180 m, dan yang mengerjakan pekerjaan ini ditangani FENIELI ZALUKHU yang juga warga setempat,” katanya

Beberapa warga sekitar yang juga di konfirmasi Awak Media Barisan Baru juga menyebut demikian.
Papan Informasinya mulai dari awal dikerjakan sampai sekarang tidak ada .
Fenieli zalukhu,selaku Orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut,telah coba ditemui Awak Media untuk konfirmasi . “Pak Fanieli sedang tidak berada di rumah kediamannya, dari keterangan istrinya, beliau belum pulang,dari suatu urusan.dan mengatakan tidak tau kapan pulang,katanya.
Dari pengamatan Awak Media proyek itu sungguh sangat amburadul, dimana di beberapa titik bangunan diduga di kerjakan asal asalan baik dari mulai pembuatan batas pondasi pinggir bangunan, juga sampai ke timbunan tanah, diduga ini dilakukan untuk mengirit material bangunan tersebut, hal ini juga terlihat dari batu besar yang tak dipecah, juga memakai batu mangga bulat, serta sertu kerikil yang tak dipecah,
Warga yang di konfirmasi juga merasa heran.kenapa proyek yang baru beberapa minggu dikerjakan sudah kembali di bongkar. serta pengerjaannya diberhentikan oleh pihak dari dinas terkait.ini pasti ada yang tak beres.kata seorang warga pada awak media

Diduga pembuatan Rabat beton tersebut tidak sesuai bestek, dan saat di lapangan hasil pantauan Awak Media, tidak menemukan Papan Informasi Proyek,padahal pekerjaan sudah hampir tiga Minggu, yang bersumber Satker (Satuan Kerja) darimana instansinya.
Ironisnya terkesan bangunan diduga milik siluman, terlebih tidak ada pertanggung jawaban bangunan.

Dimana sesuai Undang Undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik), yang dituang di UU no 14 Tahun 2008, juga Peraturan Presiden ( PERPRES ), Nomor 54 Tahun 2010, dan Perpres No 70 Tahun 2012. dimana disebutkan Regulasi ini, mengatur setiap pekerjaan fisik, yang dibiayai Negara, wajib memakai Papan Informasi Proyek.

Sementara Awak Media tidak melihat Papan Informasi nya.sebagai mana telah di tentukan. ketika memantau dan menganalisis pekerjaan fisik bangunan tersebut. Bagaimana volumenya, berapa anggaran dananya juga dari Satker instansi apa.

Dikomentari Jaidus Simamora dari LP.Tipikor ¬†Nusantara tentang kasus ini mengatakan ,”Setiap adanya proyek pembangunan fisik, yang anggarannya dari Negara, itu harus di publikasikan, sesuai peraturan UU yang ditentukan, dengan mendirikan Papan informasi, bahwa pengadaan proyek tersebut, dapat di lihat oleh masyarakat juga Sosial Control, yang berperan mengawasi,” tuturnya.
Untuk itu.Warga berharap,agar Pihak Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan. menindak lanjuti khasus ini.dan mengefaluasi kembali kinerja instansi yang terlibat dalam pengerjaan proyek ini.agar jangan jadi preseden buruk,seolah olah Pemerintah tutup mata akan pekerjaan yang diduga bermasalah ini.

(AYD)

Leave a Reply

%d bloggers like this: