SIANTAR – BarisanBaru.com
Hendra PH Pardede menyusuri Gang Jengkol, Jalan Lapangan Bola Atas, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar, Rabu (04/03/2026),
Anggota DPRD Kota Siantar itu berhenti di sebuah rumah papan yang tampak renta. Dindingnya mulai keropos. Lantainya sederhana. Ruang depannya tanpa sekat. Di rumah itu lah tiga bersaudara bertahan hidup.
Erli br Pandiangan (41) tinggal bersama kakaknya, Desima Pandiangan (45), yang mengalami keterbelakangan mental, serta abangnya, Marudut Pandiangan (43).
Kepada Hendra, Erli mengisahkan, bahwa sekira sepuluh tahun lalu, kecelakaan lalu lintas membuat kaki Marudut tak lagi normal.
“Saya datang setelah menerima informasi ada keluarga yang kondisinya memprihatinkan dan butuh perhatian,” ujar Hendra, duduk di kursi kayu tua di ruang tamu yang sempit itu.
Erli bercerita pelan. Sejak ibu mereka meninggal beberapa bulan lalu, bantuan sosial yang biasa diterima ikut terhenti.
Padahal, Marudut belum kembali berobat karena terkendala administrasi BPJS, meski statusnya disebut masih aktif.
Untuk menyambung hidup, Erli bekerja serabutan. Ia menerima upah merangkai manik-manik untuk aksesori pakaian perempuan. Penghasilannya tak menentu.
“Kalau kakak saya Desima, hanya diam di rumah,” katanya lirih.
Rumah yang mereka tempati pun bukan milik sendiri. Mereka menyewanya dengan kondisi apa adanya.
Mendengar kisah itu, Hendra menjelaskan langkah yang harus segera dilakukan. Keluarga tersebut diminta mengurus surat kematian sang ibu agar data Kartu Keluarga bisa diperbarui.
Setelah itu, nama almarhumah akan dikeluarkan dari KK. Bantuan sosial pemerintah dapat dialihkan atas nama Erli atau Marudut, sehingga hak mereka bisa kembali diterima.
Untuk mempercepat proses, Hendra langsung menghubungi Lurah Suka Maju, Yeyen Ferdinandus Sitohang, melalui telepon seluler.
Hendra meminta pihak kelurahan membantu pengurusan administrasi kependudukan sekaligus memastikan proses BPJS Marudut berjalan, dengan pembiayaan yang ditanggung APBD Siantar.
“Lurah berjanji membantu secepatnya. Siapkan saja berkas yang diperlukan,” kata Hendra kepada keluarga tersebut.
Sebelum pamit, ia menyerahkan bantuan sembako. Satu karung beras, gula, minyak goreng, telur satu papan, dan daun teh diletakkan di sudut ruangan.
“Hanya ini yang bisa saya bantu sementara. Untuk KK dan BPJS, akan saya kawal sampai selesai,” ujarnya.
Erli dan Marudut menyampaikan terima kasih. Dengan mata berkaca-kaca, mereka melepas kepergian Hendra.
Mobil yang membawa anggota DPRD Siantar itu perlahan meninggalkan Gang Jengkol. Secercah harapan menghampiri mereka.(iw)








