Komisi III Minta Pemko Siantar Rajia Septic Tank di Jalan Sutomo dan Merdeka

Siantar – BarisanBaru.Com
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pematangsiantar meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar agar segera melakukan rajia terhadap rumah toko (ruko) di sepanjang jalan sutomo dan merdeka. Hal tersebut terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Pematangsiantar dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pematangsiantar di Ruang Komisi III DPRD Pematangsiantar, Jumat (16/7/2021).

Diduga rumah toko (ruko) di sepanjang Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Kota Siantar tidak memiliki septi tank. Jika benar dugaan itu, maka rawan menimbulkan wabah penyakit. Sehingga hal itu perlu disikapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) Siantar.

Dugaan ruko di Jalan Sutomo dan Merdeka tidak memiliki septi tank, sudah beberapa kali dibahas Komisi III DPRD Kota Siantar dengan Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH) Kota Siantar melalui sejumlah rapat dengar pendapat (RDP) yang telah digelar sebelumnya.

” Dibeberapa RDP yang lalu, kita sepakat menduga, rumah di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka tidak menggunakan septi tank. Hanya saja, sampai saat ini, sepertinya tidak ada gerakan dari Dinas Lingkungan Hidup. Seperti melakukan rajia septi tank,” ucap Ketua Komisi III DPRD Kota Siantar Denny TH Siahaan pada RDP dengan Kadis LH, guna membahas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020.

Dikatakan Denny, jika benar warga yang bermukim di Jalan Sutomo dan Merdeka tidak memiliki septi tank, dan langsung membuang kotoran ke saluran draenase, maka hal itu sangat disesalkan. Karena tindakan membuang kotoran langsung ke draenase dapat memunculkan wabah penyakit.

“Seandainya benar mereka tidak gunakan septi tank, langsung buang ke draenase. Itukan termasuk wabah penyakit,” tandas Denny Siahaan, sembari berharap Dinas LH segera menggelar rajia septi tank.

Hanya saja, terkait rajia septi tank, Kadis LH Kota Siantar Dedi Tunasto Setiawan mengatakan, hal itu merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP).

Pasca Dedi menjawab, dialog antara Denny Siahaan bersama anggota Komisi III DPRD lainnya, Frengki Boy Saragih dengan Kadis LH Kota Siantar pun berlangsung pada RDP tersebut. Hingga kemudian ditemukan kesepakatan dari dialog itu.

Atas jawaban Dedi, awalnya Denny Siahaan meminta Kadis LH berkenan “mengkomandoi” gerakan untuk menggelar rajia septi tank. Dimana untuk itu, Kadis LH diharapkan membangun koordinasi dengan Dinas PRKP dan Sat Pol PP.

“Bapak hendaknya berkenan mengkomandoi ini. Kami percaya dengan kemampuan bapak, dan bisa lakukan itu. Koordinasi ke PRKP, dan bisa gandeng Satpol dan polisi untuk lakukan rajia. Lakukan rapat koordinasi. Jangan kita biar-biarkan pak,” pinta Denny TH Siahaan.

Sementara itu, Frenki Boy Saragih menyarankan, agar rajia segera digelar melalui program kali bersih yang sudah dicanangkan. “Kan bisa (Dinas LH gelar rajia) beranjak dari program kali bersih,” ungkap Frengki Boy.

Sebelum rajia digelar, Frengki meminta Dinas LH secepatnya menyurati warga di Jalan Sutomo dan Merdeka, agar membangun septi tank di rumahnya masing-masing, jika belum ada.

“Surati saja seluruh warga disana. Agar persiapkan septi tank masing masing,” tutur Frengki Boy, mengusulkan. Usulan itu pun disetujui Dedi Setiawan.

Terkait hal itu, Kadis LH Kota Siantar menyanggupi permintaan Komisi III DPRD Kota Siantar, lalu akan membangun komunikasi dengan atasan, guna berkoordinasi dengan Dinas PRKP dan Sat Pol PP untuk menggelar rajia.

Kemudian Dedi Setiawan mengatakan, ia akan berupaya melakukan yang dimintakan Komisi III DPRD. Selain berkoordinasi dengan atasan dan Dinas PRKP, pada rajia nantinya, Dinas LH akan melibatkan Sat Pol PP dan juga Dinas Kesehatan Kota Siantar.

“Kami akan buat surat. Juga akan libatkan Dinkes (pada rajia nantinya). Camat dan lurah juga akan diikutsertakan,” sebutnya.

Ungkap Dedi, tidak terlalu sulit untuk mengetahui pemukiman warga memiliki septi tank atau tidak. Sebab, sudah ada alat tes untuk mengetahui hal itu.

“Ada alat semacam tinta, kalau kita masukkan ke klosetnya, nampaknya nanti itu,” pungkas Dedi Setiawan. (Iw)

Leave a Reply

%d bloggers like this: