Komisi II DPRD Sidak, Kota Siantar Kekurangan Guru Kelas dan Olah Raga

SIANTAR – BarisanBaru.com
Komisi II DPRD Kota Pematangsiantar lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SD Negeri 122390 dan SMP Negeri 3, Senin (15/6/2026. Kedua sekolah itu berada di Jalan Laguboti, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Dari sidak diketahui, ternyata Kota Pematangsiantar kekurangan tenaga guru. Dalam hal ini guru olah raga dan guru kelas. Setidaknya, kekurangan guru itu ditemukan di SD Negeri 122390 dan SMP Negeri 3.

Sekira pukul 10.30 WIB, Ketua Komisi II DPRD Pematangsiantar, Hendra Pardede bersama anggota Komisi II DPRD, Darson Rajagukguk tiba di SD Negeri 122390, lalu disusul anggota komisi lainnya Sabariah Harahap, Alfonso Sinaga dan Fahmi Siregar.

Kemudian, hadir juga Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, F Pakpahan bersama Kepala Seksi SD, Friado Damanik dan lainnya.

Usai meninjau ruang kelas dan berdialog singkat dengan siswa, pertemuan dengan Kepala SD Negeri 122390 Hotmaria Purba digelar di ruangan kepala sekolah, sekaligus perpustakaan sekolah.

Berbagai informasi pun diperoleh anggota dewan dari Hotmaria. Kata Hotmaria, untuk mengisi kekosongan, ia juga harus berperan sebagai guru kelas. Tepatnya sebagai Guru Kelas IVB pada SD yang dipimpinnya.

“Kalau bisa di tahun ajaran baru nanti, sudah adalah guru kelas dan guru olah raga,” harap Hotmaria, lalu menambahkan kalau pihaknya sudah mengusulkan penambahan guru kelas dan olah raga tersebut ke Dinas Pendidikan.

Hal lain yang dibahas pertemuan itu terkait bantuan untuk siswa kurang mampu. Hendra Pardede menegaskan, di masa depan, agar jumlah bantuan untuk siswa kurang mampu dari APBD dapat ditingkatkan kuantitasnya.

“Saya rasa, dibuat saja setiap SD diberikan bantuan untuk 50 siswa. Cuma sekira (Rp) 2,5 miliarnya setahun. Karena kan, masih banyak siswa yang kurang mampu yang belum mendapat bantuan,” tandasnya.

Sebelumnya Hotmaria menjelaskan, bahwa siswa SD Negeri 122390 yang mendapat bantuan hanya 12 orang. Dengan rincian, setiap kelas hanya 2 siswa yang mendapatkannya.

Lalu Friado memaparkan, bahwa siswa yang mendapat bantuan dari APBD Kota Pematangsiantar adalah siswa yang tidak menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Bantuan itu diberikan kepada siswa SD sebesar Rp800 ribu, siswa SMP Rp900 ribu dan siswa TK Rp600 ribu. Bantuan itu diberikan agar siswa dapat menggunakannya untuk membeli sepatu, pakaian sekolah atau peralatan sekolah lainnya.

Usai dari SD Negeri 122390, para wakil rakyat tersebut bergerak menuju SMP Negeri 3 Pematangsiantar. Di SMP ini, anggota dewan juga memperoleh informasi tentang kekurangan guru olah raga.

Sama seperti di SD Negeri 122390, Ketua dan Anggota Komisi II DPRD ini juga berkeliling meninjau ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA dan menu MBG di salah satu ruangan.

Saat meninjau ruang kelas, tampak fisik SMP Negeri 3 membutuhkan perbaikan. Seperti sejumlah lantai ruang kelas yang sudah hancur, meja yang sudah usang dan rusak dan plafon yang terancam lepas. Bahkan salah seorang guru menyebut, bahwa plafon sudah pernah lepas dan menimpa siswa.

Terhadap kondisi SD dan SMP seperti itu, Hendra Pardede meminta Dinas Pendidikan agar memberikan perhatian serius. Agar di tahun ajaran baru, kekurangan guru sudah bisa diatasi. Serta merencanakan perbaikan gedung dan mobiler sekolah agar dapat ditampung di APBD.(*)

banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *