Medan (BarBar)

Kapolda Sumut (Kapoldasu) Irjen Pol Paulus Waterpauw membantah apa yang ditudingkan mahasiswa kepada dirinya.Irjen Paulus mengaku, dirinya tidak pernah berpihak atau malah ikut mengkondisikan dukungan pada calon Gubsu 2018.

Bantahan ini disampaikan Kapoldasu, menyikapi tudingan dari ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Utara (Sumut) yang menggelar aksi demonstrasi ke Gedung DPRD Sumut pada Rabu (25/04/2018) kemarin.

Dalam aksi itu, mahasiswa mendesak agar DPRD Sumut mau mengeluarkan rekomendasi ke Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw karena dinilai tidak netral dalam perhelatan Pilgubsu 2018.”Masyarakat lah yang lebih tahu, apakah yang dikatakan mahasiswa itu memang benar. Tapi pernahkah kapolda mengatakan atau mengkondisikan hal seperti itu? Teman-teman media kan tahu,” ungkapnya kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (26/04/2018).

Kapoldasu menantang para mahasiswa untuk membuktikan tudingan tersebut. Irjen Paulus mengaku tidak pernah mengumpulkan angotanya untuk membicarakan dukungan dalam Pilgubusu 2018.”Boleh itu dibuktikan di mana dan kapan? Pernahkah saya bicara dengan anggota di Polres atau saya kumpulkan anggota dan bilang kalian harus begini, kan nggak ada,” tegasnya.

Lebih jauh Irjen Paulus mengatakan, malah jika di mana-mana, dirinya selalu bicara soal netralitas. Karenanya ia meminta kepada mahasiswa agar jangan menebarkan fitnah.”Kita kan kan di mana-mana selalu bicara netralitas. Saya orangnya fair, kalau tidak benar dan terbukti akan tanggungjawab. Tapi saya minta, teman-teman mahasiswa harus tanggungjawab juga. Jangan suudzon dan jangan fitnah. Berdosa loh kalau fitnah itu,” katanya.

Sebelumnya, para mahasiswa yang demonstrasinya ke DPRD mengaku memiliki video Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw diduga mengintervensi kepala daerah untuk diarahkan ke salah satu paslon Pilgubsu.”Kami mengecam ini karena kepolisian, TNI dan ASN harus netral,” kata salah seorang mahasiswa, Razak.

Razak juga menyebut kasus JR Saragih yang ditangai Poldasu tidak jelas, padahal Bupati Simalungun itu telah ditetapkan sebagai tersangka.”Kasusnya terkesan berhenti setelah JR Saragih menyatakan dukungan ke Cagub-Cawagubsu Djarot-Sihar. Apakabar dengan kasus JR. Polda Sumut harus profesional dalam penuntasan kasus ini,” ucapnya.

Karena itulah, mereka mendesak DPRD Sumut memanggil Kapoldasu yang dianggap tidak netral di Pilgubsu.Razak menambahkan, jika intervensi masih berlanjut, maka Presidium Mahasiswa Sumatera Utara aka melakukan aksi demonstrasi mengepung Mapolda Sumut.”DPRD Sumut harus mengeluarkan rekomendasi ke POLRI agar Kapoldasu lrjen Pol Paulus Waterpau dicopot dari jabatannya,” pungkasnya.(BS04)