Kampanyekan Qris, BI Siantar Dorong Warung Rakyat Gunakan Transaksi Digital

Simalungun-Siantar2552 Dilihat

SIANTAR – BarisanBaru.com
Dalam upaya mendorong masyarakat menggunakan pembayaran transaksi digital,
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar melalui rangkaian Pekan Qris Nasional 2024 mengajak masyarakat menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Muqorobin kepada sejumlah wartawan di warung bakso Mas Karyok Jl.Kasuari Kelurahan Sipingolpinggol Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar, Jumat (16/8/2024).

Pembayaran transaksi digital atau non tunai di warung bakso merupakan salah satu rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2024 dalam bentuk kampanye dari Bank Indonesia kepada masyarakat sebagai ajakan untuk menggunakan QRIS.

Dikatakan Muqorobin, PQN 2024 diselenggarakan pada 12-17 Agustus 2024 dengan tujuan meningkatkan volume transaksi dan pengguna QRIS. Menyasar golongan masyarakat mulai dari instansi, mahasiswa, sekolah, UMKM untuk menggunakan QRIS

Diterangkan Muqorobin, target Bank Indonesia dalam PQN adalah diantaranya target Nasional tahun 2024 yaitu 55 juta pengguna dan 2,5 miliar transaksi.

“Kita mengajak masyarakat di seluruh di wilayah kerja Bank Indonesia Perwakilan Pematangsiantar untuk menggunakan QRIS dalam bertransaksi baik belanja di pasar/pajak, toko-toko atau di warung, termasuk warung mie dan bakso, kata Muqorobin.

Sementara, menurut Susan salah satu penggemar bakso menyebutkan, dianya sangat terbantu dengan adanya QRIS. Sangat praktis tanpa mengunakan uang tunai kita sudah bisa makan bakso.

Masa sekarang QRIS merupakan salah satu alat untuk pembayaran melalui aplikasi elektronik berbasis mobile banking. QRIS ini berfungsi untuk memudahkan masyarakat. belanja menggunakan QRIS mantab dan sangat aman.

“Pokoke keren loh, hanya menggunakan handpone yang didalamnya ada QRIS nya tak repot lagi bawak uang, sekali sentuh dengan mengunakan barcode QRIS di warung bakso Mas Karyok dapat bertransaksi non tunai, ucap Susan yang mengaku sudah lama mempunyai QRIS sejak tahun 2019.

Sedangkan pemilik warung bakso Mas Karyok kepada Media mengatakan, sangat merespon dan saat ini antusias pembeli dan pelanggan baksonya sudah banyak menggunakan QRIS.

Ia, pun merasa aman karena yang diterimanya dari pembeli/pelanggan tidak memakai uang tunai, melainkan non tunai. Dalam satu minggu ini, jelas Mas Karyok menerima uang non tunai dengan mengunakan QRIS.

Mas karyok selaku Pemilik warung bakso merasa bangga dan senang karena warung baksonya sudah bisa transaksi menggunakan QRIS.(iw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses