Demi Kemanusiaan, SWI Sumut Meminta Jokowi Tinjau Langsung Ratusan Warga Tapsel Belum Dialiri Listrik Rumah

Tapsel | barisanbaru.com

Terpanggil demi rasa kemanusiaan, Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut meninjau langsung ratusan warga yang belum memiliki lampu listrik penerangan rumah di perkampungan Desa Tindoan Laut,Kecamatan Angkola Sangkunur, Pada Kamis, (12/5/2022).

Tak hanya persoalan listrik, sulitnya akses jalan yang kondisinya “kupak-kapik” bak ibarat kubangan kerbau dari Tahun 2003 lamanya belum tersentuh pembangunan menuju lokasi pun membuat kedatangan SWI Sumut harus ekstra hati-hati dalam mengendarai roda 4 yang ditumpangi.

Adapun tujuan Tim SWI Sumut mendatangi lokasi warga yang belum mendapatkan lampu penerangan, yang sempat viral terbit  di Media Online dan media Cetak beberapa minggu yang lalu agar berita tersebut tidak dikatakan Hoax dan berimbang, SWI Sumut datang langsung berangkat ke lokasi pada Rabu Malam, (11/5/2022).

Gerakan prihatin dan rasa hati demi  sesama Rakyat Sumatera Utara dan sesama manusia, Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Sumut terpanggil meninjau lokasi tersebut agar berita berimbang dan dapat di percaya publik tentang kinerja Sekber Wartawan Indonesia( SWI ) Sumut.

Ketua DPW SWI Sumut, Rahmad Syukur Sk mengatakan, “kami harus menempuh jarak menuju lokasi hampir 3 Kilometer jauhnya menuju Dusun Batu Tua, Desa Tindoan Laut dari perkampungan Warga Dusun Tapu Sonang  yang mendapatkan lampu penerangan, itupun harus naik ke atas bukit dan tidak bisa diakses mengendarai roda 4”, ujarnya.

Ketua DPW SWI sumut meminta kepada Bapak Presiden Joko Widodo RI dan bermohon di tinjau lokasi daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, terkait Jalan dan Lampu penerangan Listrik di Dusun tersebut belum tersentuh pembangunan, pintanya.

Kepala Dusun Tapusonang, Desa Tindoan Laut, Musron Ritonga mengatakan, senang dengan kedatangan SWI Sumut, “Kami mengeluhkan keberadaan kami yang luput dari perhatian pemerintah, akses jalan yang rusak parah dan lampu penerangan listrik PLN yang hidup-mati-hidup akibat kekurangan Voltase daya membuat kami disini harus pasrah gelap gulita”.

Padahal mayoritas mata pencaharian warga disini adalah petani sawit dan perkebunan dengan omzet ratusan juta perharinya yang dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kesalnya.

Keluhan warga dusun tapu sonang desa tindoan laut Kec.angkola sangkunur tentang penerangan listrik dan Jalan kopak- kapik bahkan ketika hujan turun banjir menggenangi dusun tersebut sungguh memprihatinkan, Pemerintah kabupaten Tapanuli Selatan tidak ada yang peduli tentang keadaan warga dusun perkampungan tersebut,bahkan menuju Jalan ke dusun sangat gelap gulita.tidak ada lampu penerangan jalan.

“Warga perkampungan tindoan laut meminta dari tahun 2003 hingga tahun 2022 Jalan kami belum di benahi, hanya satu saja permintaan kami agar kami bisa bekerja sebagai petani sawit, usaha kami lancar dan bisa berpikir masa depan buat anak-anak kami yang mau berpendidikan yang cerdas,”Ucap Kadus Ritonga.

Sebelum meninjau lokasi, DPW SWI Sumut mendatangi ke Kantor Bupati Tapsel. Disambut Kabag Humas Tapsel Isnut Siregar menyampaikan, kami sudah mendapatkan informasi sebelumnya tentang adanya warga  perkampungan yang belum masuk listrik, namun belum mendapatkan solusi tentang permasalahan tersebut, ujarnya.

Sebelum melangkah lebih baik besok hari Jum’at  bertemu dengan Kadis Disperindag Tapsel, besok  akan saya telefon kalian”, Ucap Kabag Humas.

Namun tanggapan Kabag Humas Bupati Tapsel.Isnut  Siregar sampai hari Jum’at (13/05/2022) belum juga memberikan kabar kepada Tim SWI Sumut, terkait mau di pertemukan dengan Kadis Disperindag Tapsel.

Ketika dikonfirmasi Kadis Pekerjaan Umum (PUD) Tapsel, tidak berada diruangan kerjanya.

Tim SWI Sumut meminta tanggapan kepada salah satu putra daerah, B.Ritonga, warga Kelurahan I Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan yang mengeluhkan tentang janji-janji Bupati Tapsel yang terpilih (2019-2024). Belum ada janji -janji nya kepada warga hingga tahun 2022  terpenuhi.tentang Destinasi Wisatawan daerah.namun ada Tambang emas Martabe yang di kelola Warga Asing, bahkan setiap jelang bulan Desember Warga Kelurahan I Rianiate mengalami banjir sampai 2 meter tingginya”,Ucap Ritonga.

(TIM SWI Sumut)

Berikut Video sulitnya akses jalan yang rusak menuju perkampungan tersebut

KOMENTAR ANDA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: