AKBP Pribadi Sembiring, Sosok Pamen Yang Religius Dalam Pemberantasan Narkoba

Sumut – barisanbaru.com

Adalah AKBP Pribadi Sembiring, S.I.K, sosok Perwira Menengah (pamen) yang Religius dan Komit dalam pemberantasan Narkoba di wilayah Sulawasi Tengah. Tepat tahun 2021 lalu, dua dari tiga perwira menengah (pamen) di Polda Sulawesi Tengah dinyatakan lulus terpilih untuk ikut pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen).
Salah satu dari tiga orang peserta Sespimmen di Polda Sulteng tahun 2021 lalu adalah AKBP P Sembiring (Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba), Kompol Putu Hendra Binangkari (Kasubbag Diapers Bagdalpers Biro Sumber Daya Manusia), dan Kompol Anom Subawono (Kasubdit Binpolmas Direktorat Pembinaan Masyarakat).

Ket foto : Tiga orang peserta seleksi Sespimmen tahun 2021 di Polda Sulawesi Tengah yakni AKBP P Sembiring (tengah), Kompol Putu Hendra Binangkari (kiri), dan Kompol Anom Subawono (kanan).

Geliat bandar narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan berbahaya lainnya (narkoba) bersama jaringan dan kaki tangannya terus berupaya mencari mangsa baru untuk memperluas pemasarannya.
Seperti halnya di Wilayah Sulteng, Kota Palu terendus sebagai salah satu target para bandar besar sebagai bagian dari pusat penyimpanan untuk penyebaran barang haram tersebut.
Penyebaran narkoba terkesan sulit dihentikan meskipun aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) secara intensif melakukan berbagai tindakan pencegahan atas penyalahgunaan serta pemberantasan peredaran gelap barang terlarang itu.
“Khusus di Sulteng, jika melihat statistik pengungkapan ditahun 2020 angka ini sangat tinggi jika dibandingkan tahun 2019. Pengungkapan dan penangkapan tahun 2020 menjadi penangkapan terbesar ditresnarkoba sulteng, “ungkap Kasubdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng AKBP P Sembiring.
Lebih lanjut dikatakan sosok pamen lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 tersebut, hal tersebut menunjukan upaya peredaran barang haram ini dikota palu meningkat. Melihat kondisi ini memang memerlukan komitmen tim dan gerakan bersama yang bisa mendukung aparat penegak hukum dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba.
“Membangun tim dalam penindakan Narkoba bukan hal yang mudah, keteguhan dan komitmen adalah faktor utama, hal inilah yang kami bangun bersama tim selama ini, dalam kebersamaan mengungkap dan menangkap pengedar dan pengguna Narkoba,” kata Sembiring.

Ket foto : AKBP Probadi Sembiring (tengah) ketika berbincang-bincang mengenai pemberantasan narkoba di Palu

Perwira menengah lulusan SMA 1 Padang Sidimpuan 1995 ini, juga tidak menampik dalam membangun keteguhan dan komitmen mendapat banyak cobaan dilapangan.
“Wah kalau ujiannya banyak, penawaran uang tunai dengan angka rarusan juta, bagi hasil dll, namun hal itu tidak merubah komitemen kami untuk tetap melakukan penangkapan,” cerita singkat perwira dua bunga ini.
Peredaran gelap narkoba sulit diberantas, sedangkan timbulnya korban baru juga cukup sulit dicegah atau dihindari jika hanya mengandalkan terhadap peranan aparat penegak hukum.
Masyarakat berperan besar dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena barang terlarang itu dipasok dan dipasarkan ke tengah-tengah masyarakat.
Untuk memberantas narkoba bisa dilakukan mulai dari lingkungan terkecil, seperti rumah tangga, kawasan permukiman, tempat kerja, lingkungan sekolah, kampus atau perguruan tinggi, dan kawasan lainnya

“Pencegahan dini sangat diperlukan hal itu dapat dimulai dari keaktifan orang tua, sekolah, tokoh agama dan masyarakat.

“Ibarat kata pepatah, Jika satu generasi rusak tunggu saja kehancuran berikutnya, untuk itulah pencegahan dini wajib dilakukan,” tandas Pribadi Sembiring.


Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Sulawesi Tengah pernah membongkar jaringan bandar sabu di Palu pada tahun lalu, sekitar pukul 23.30 Wita. Dalam operasinya, petugas menangkap tiga pelaku, salah satu di antaranya terpaksa ditembak karena mencoba melawan.Informasi yang dihimpun menyebutkan, aparat yang dipimpin Kasubdit III Ditserse Narkoba Polda Sulteng, AKBP Sembiring, itu menggerebek dan menangkap tiga orang diduga sebagai pengedar sabu. Dalam operasinya, tim khusus Kasubdit III lebih dulu meringkus dua orang yang diketahui merupakan pasangan suami istri di Jalan Camar BTN Lasoani, Kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore. Dua pelaku yang ditangkap aparat itu berinisial UL, 46, dan istrinya berinisial YF, 45.Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti sembilan bungkus besar sabu siap jual yang diperkirakan sebanyak 900 gram, satu buah timbangan digital, empat unit telepon genggam, dan satu pak plastik bening pembungkus sabu.Dari situ kemudian keduanya diinterogasi dan mengakui bahwa barang berupa sabu tersebut didapat dari seseorang yang berinisial Jek. Dari informasi itu, tim segera melakukan pengembangan di Jalan Kasuari Lorong III, Kelurahan Tanahmodindi, Kecamatan Mantikulore, dan akhirnya
Pernah Lagi, Peredaran narkoba jenis sabu-sabu seberat 3,5 kilogram lebih yang berhasil digagalkan Subdit III Ditresnarkoba Polda Sulteng 2019 lalu diduga dikendalikan dari balik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo.

Pasalnya dua tersangka kurir pengedar narkoba seberat 3,5 kilogram lebih itu yakni M.Ikbal dan Alan Prasanto mengaku Bosnya bernama Edy Budo berada dalam Lapas Petobo.
“Pengakuan dua tersangka yakni M.Ikbal dan Alan Prasanto ke penyidik, bahwa bosnya berada dalam Lapas Petobo bernama Edy Budo,”kata Kasubdit III Ditresnarkoba AKBP Pribadi Sembiring, S.IK
Menurut hasil penangkapan tersangka M.Ikbal bersama barbutnya 3 kilogram kemudian dilakukan pengembangan ditangkap lagi Alan Prasanto dengan babuk 500 gram, sehinggga total 3,5 Kg.


Hadir dalam pemusnahan babuk narkoba jenis sabu-sabu itu, perwakilan BNN, Kejati dan Balai POM Sulteng.
Pernah lagi Prestasi kinerja yang pernah dicapai AKBP.Pribadi Sembiring di Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) meringkus seorang pembawa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 25 kilogram (Kg) Pada tahun 2020 lalu.
Penangkapan terhadap pelaku berinisial IM itu dilakukan di Pos pemeriksaan PAM Covid-19 di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.
Pelaku berinisial IM ditangkap saat membawa sabu-sabu siap edar tersebut dengan mengendarai mobil jenis Hardtop dengan Nolpol DN 1945 LK.
IM ditangkap saat akan melintas Pos PAM Covid-19 dan sempat mengaku sebagai warga Pantoloan. Saat itu, tim Buser dari Ditresnarkoba yang sebelumnya sudah siaga langsung berkoordinasi dengan Polisi Lalulintas dan Babinkamtibmas yang bertugas di Pos PAM tersebut.
Saat itulah Tim Ditresnarkoba Polda Sulteng yang dipimpin AKBP Pribadi Sembiring menyergap pelaku yang sudah menjadi target operasi (TO), berkat informasi dari masyarakat.
Kemudian dilakukan penggeledahan kendaraan yang digunakan pelaku dan ditemukan 25 Kg narkotika jenis sabu yang dikemas dalam 25 bungkus. Penggeledahan tersebut juga disaksikan Iangsung oleh masyarakat dan petugas covid-19 yang sedang menjalankan tugasnya.
(Red/Dewi)

 

KOMENTAR ANDA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: