ADE SANDRA Dukung Pasangan DJOSS,Inilah Alasannya

MEDAN, (BarBar)

Pebisnis wanita yang cukup sukses, Ade Sandrawati Purba SH MH kembali tampak disibukkan dengan kegiatan politik. Putri dari Marlon Purba yang sempat digadang-gadang akan maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) itu kini terlihat ikut mengampanyekan pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus (DJOSS). Apa pertimbangan Ade Sandra? “Benar! Saya sekarang ikut mengampanyekan pasangan Djoss. Semua keluarga dan masyarakat juga sudah tau itu. Saya memang lebih banyak terlibat menyosialisasikan pasangan Djoss,” kata Ade saat ditemui, Senin (23/4/2018) di kantornya, Jalan Brigjen Katamso Medan.

Memang pasca-tidak maju dalam elektasi ini, Ade kembali fokus melakukan kegiatan semula. Dia kembali berbisnis, menjalankan aktivitas sebagai advokat. Selain itu, Ade juga bersyukur punya waktu yang lebih banyak bersama keluarga. Meski demikian, dia menyebut dalam kontestasi Pilgubsu 2018 ini, Ade didesak para pendukungnya untuk menentukan pilihan dukungan. “Tapi saat ini waktu semakin dekat untuk menentukan pilihan. Ya memang secara organisasi saya lebih dekat dengan pergerakan pasangan Djoss.

Dan dari situ saya lebih mengetahui secara detail tentang program Djoss. Makanya saya membantu memperkenalkan program Djoss kepada rekan dan keluarga,” ujarnya. Di mata Ade, persaingan antara pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajekshah dengan pasangan Djarot Saiful Hidayat memang semakin ketat. Tapi menurutnya hal itu sangat wajar karena masing-masing pasangan tentu meyakinkan calon pemilih.

Ade mengaku mengenal kedua pasangan ini. Dia mengenal baik Edi Rahmayadi saat menjadi Pangdam I/BB maupun saat menjadi Pangkostrad, dalam organisasi FKPPI Sumut. “Bahkan dulu sempat lagi saya dikatakan akan berpasangan dengan beliau. Saya juga kenal Ijek. Beliau pengusaha muda dan banyak jadi komisaris perusahaan. Tapi ini kan pilihan politik. Dan politik itu cair dan dinamis sekali,” ujarnya.

Ade mengatakan bahwa Sumut sangat membutuhkan pemimpin yang bisa membawa perubahan nyata pada sektor perburuhan, pertanian, perikanan dan penyelesaian konflik agraria selain sektor utama yakni pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur. Poin-poin tersebut di atas pula yang sering disampaikan masyarakat yang menghendaki dirinya untuk maju dalam bursa pemilihan gubernur.

“Sistem pemerintahan dengan birokrasi yang simpel dan transparan juga harus menunjukkan grafik perubahan yang harus segera kita benahi. Dan masyarakat menginginkan perubahan itu. Berdasarkan beberapa keluhan itu didapat saat saya terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat. Dan kita harapkan segera terselesaikan,” kata Ade.

Dalam amatan dan pengalamannya, istri dari Arif Haryadian ini mengatakan, pasangan Djoss dinilai akan menjadi solusi dan memenuhi ekspektasi masyarakat Sumut. Bahkan, program-program pembangunan yang pernah diharapkan masyarakat untuk dilakukan oleh Ade Sandra, diakuinya akan lebih banyak terakomodir oleh pasangan Djoss. “Saya percaya jika Pak Djarot dengan pengalaman beliau di eksekutif dan legislatif dulunya di Blitar, Jawa Timur dan DKI Jakarta akan membawa dampak yang luas untuk Sumut.

Sekali lagi, ini adalah pilihan dan dukungan politik,” ujarnya. Ade mengatakan, akan memperkenalkan program-program Djoss kepada karyawannya dan tentu akan menyarankan mereka untuk ikut memenangkan pasangan nomor urut dua ini. Tapi Ade memastikan tidak ada paksaan jika karyawannya punya pilihan lain. “Jika ingin memilih EraMas, ya tentu saya hormati. Politik itu bukan untuk dipaksakan. Saya pilih Djoss, tapi kalau karyawan punya pilihan lain, tidak ada masalah dan saya akan hormati itu,” pungkasnya. (san)

Leave a Reply

%d bloggers like this: