KKI 2026, Dorong UMKM Siantar Tembus Pasar Nasional Hingga Ekspor

SIANTAR – BarisanBaru.com
Bank Indonesia terus mendorong UMKM naik kelas. Bukan hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.

Komitmen itu terlihat dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar 20–23 Agustus di Jakarta. Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI mempertemukan ratusan UMKM dengan konsumen, perbankan dan calon mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri.

Lebih dari 550 UMKM tampil secara luring dan 1.300 UMKM melalui platform digital. Total penjualan mencapai Rp177,21 miliar, sementara business matching ekspor tercatat Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Dari Sumatera Utara, sejumlah UMKM binaan KPwBI Pematangsiantar ikut membawa produk unggulan daerah, mulai dari wastra, fesyen, makanan olahan hingga kopi.

LPK Anugrah dan Bah Pison menampilkan produk fesyen berbasis budaya lokal. Auraja mengangkat andaliman dalam produk camilan modern. Sementara Takoma Coffee dan Oppung Berkah Coffee membawa kopi Simalungun ke panggung nasional.

Langkah Takoma Coffee bahkan mulai mengarah ke pasar global. UMKM kopi binaan BI Pematangsiantar itu berhasil melakukan business matching dan menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk rencana ekspor satu ton biji kopi ke Dubai. Penjajakan pasar juga dilakukan ke Singapura dan Malaysia.

Sementara Oppung Berkah Coffee memperkenalkan kopi Simalungun melalui program Cangkir Nusantara, bersanding dengan kopi unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman pada hari Kamis (27/08/26) menegaskan, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah.

Menurutnya, pendampingan UMKM tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk, tetapi diarahkan pada penguatan merek, digitalisasi, pembiayaan dan pembukaan akses pasar yang lebih luas.

“Fokusnya bukan sekadar tampil di pameran, tetapi bagaimana UMKM mendapatkan akses pasar, pembiayaan dan peluang transaksi yang konkret.”

Keberhasilan Takoma Coffee menjajaki ekspor ke Dubai menjadi salah satu bukti bahwa produk daerah memiliki peluang bersaing di pasar internasional.
KKI 2026 sekaligus menegaskan bahwa produk lokal memiliki potensi ekonomi besar ketika didukung inovasi, kualitas, branding dan jaringan pasar.

Dari Simalungun ke Dubai, kopi lokal kini mulai menapaki pasar global. Semangat “Beudaya Meusare Sare”, berdaya bersama, menjadi pengingat bahwa UMKM tidak cukup hanya tumbuh. Mereka harus bangkit, tangguh dan berdaya saing”, tutupnya.(iw)

banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *