Nusa Dua, barisanbaru.com – Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI. Keputusan itu disampaikannya langsung di Kongres Tahunan PSSI 2019. PSSI menggelar Kongres 2019 di Sofitel, Nusa Dua Pulau Bali, Minggu, (20/12019) pagi WITA.

Dalam pidato pembukaan, Edy menyatakan mundur sebagai Ketua Umum PSSI. “Hanya orang-orang pengkhianat sama PSSI yang mau berbicara tanpa dasar PSSI. Saya pemaaf. Demi PSSI berjalan dan maju, makanya saya nyatakan saya mundur dari Ketum PSSI,” kata Edy di hadapan peserta Kongres dan wartawan.

“Kedepan Edi berharap, demi kepentingan masa depan PSSI akan lebih baik,”sambungnya.

Usai menyatakan mundur, Gubernur Sumatera Utara itu menyindir Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. “Mungkin lebih pantas Umuh pimpin di sini. Silakan. Jangan ada teriak di luar. Tunjukkan kedewasaan,” kata Edy.

Menurutnya, persoalan internal PSSI yang diumbar ke luar oleh Umuh menjadi preseden buruk citra Indonesia di mata dunia internasional. “Karena bangsa lain melihat, apa kata orang luar? Indonesia primitif,” ujarnya

“Ini semua saya lakukan dalam kondisi sehat walafiat. Bertanggung jawab kalian. Saya mundur, karena saya bertanggung jawab,” dia menegaskan. Dia langsung menyerahkan bendera PSSI kepada Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. Usai pidato, Edy langsung meninggalkan arena kongres. Kongres Tahunan PSSI itu seketika dihentikan.

Edy menjabat sebagai ketua umum PSSI sejak 2016. Semestinya, Edy, yang juga gubernur Sumatera Utara itu, mengemban tugas sebagai orang nomor satu PSSI hingga 2020. (BB-22)