“Turun Gunung”,LSM GEMrAK-TABAGSEL Siap Perangi Korupsi di Kabupaten Tapanuli Selatan

[et_pb_section][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text]

Barisanbaru News (Tapanuli Selatan )

Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Anti Korupsi – Tapanuli Bagian Selatan ( LSM GEMrAK-TABAGSEL) merupakan salah satu lembaga sosial kontrol masyarakat yang mempunyai bidang khusus pencegahan dan partisipasif pembrantasan tindak pidana korupsi dibumi Tabagsel.

LSM yang sudah beberapa kali melakukan tindakan nyata dalam hal mengkawal dan menggiring permasalahan tindak pidana korupsi ke ranah hukum ini,akan terus menerus menjalankan Tupoksi terkait masalah penyelewengan perekonomian yang merugikan negara.

Peran serta dalam menciptakan Indonesia bebas korupsi secara umum dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) merupakan prioritas utama LSM GEMrAK-TABAGSEL untuk mewujudkan Tabagsel bebas korupsi dan Tabagsel birokrasi bersih.

LSM yang digagas Afrialdi Nasution,sedang mempersiapkan berkas untuk investigasi monitoring penggunaan anggaran dana desa se Kabupaten Tapanuli Selatan yang bertujuan agar nantinya transparansi penggunaan anggaran yang berasal dari rakyat benar-benar tepat guna maupun ada penyimpangan dipenggunaannya.

Ditemui didaerah bilangan Sitataring Kota Padangsidimpuan oleh awak media Barisanbaru News minggu 07/02/21, Ismail Pasaribu selaku Koordinator LSM GEMrAK-TABAGSEL mengatakan selaku lembaga sosial masyarakat kami dari LSM GEMrAK-TABAGSEL akan terus menyatakan perang terhadap korupsi dan tentunya kami yang lahir ditengah masyarakat merasa terpanggil untuk memonitor yang namanya uang negara yang berasal dari masyarakat dan tentunya untuk kesejahteraan masyarakat ungkapnya.

Dalam kesempatan ini kami akan fokus terhadap investigasi monitor penggunaan anggaran dana desa oleh desa-desa yang ada di Kabupaten Tapanuli Selatan terkait sistem dan penggunaannya imbuhnya.

Tim akan bergerak cepat dan profesional dalam melaksanakan tugas agar nantinya keterbukaan dalam penggunaan anggaran dana desa lebih terkuak tepat sistem penggunaan atau adanya sistem penyalahgunaannya tambah beliau.

Ismail Pasaribu menegaskan,apabila nantinya ada penyelewengan dipenggunaan anggaran dana desa oleh desa kami sebagai lembaga sosial kontrol yang bergerak dibidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi akan menggiring dan mengarahkan aduan temuan ke ranah hukum dan mendesak penegak hukum terkait memproses temuan tersebut katanya.

Perlu diketahui bersama kami akan mengusut tuntas dan mengkupas keseluruhan desa yang ada dibumi dalihan natolu dalam momen ini terkait hal tersebut dan apabila ada penyimpangan tentunya akan kami laporkan ke ranah hukum ucapnya.

Ismail Pasaribu mengingatkan,sesuai undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (UU 31/1999) sebagaimana diubah oleh undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,dimana ada ancaman pidana bagi orang yang menyalahgunakan wewenangnya yang berakibat dapat merugikan keuangan negara.Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 berbunyi setiap orang yang dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri atau suatu korporasi,menyalahgunakan wewenang,kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 Tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 milyar tegasnya.

Terakhir,LSM GEMrAK-TABAGSEL akan selalu menabuh genderang perang terhadap yang namanya korupsi dan seharusnya tidak ada tempat untuk pelaku korupsi di bumi dalihan natolu yang kita cintai ini pungkasnya.(AHN)

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Leave a Reply

%d bloggers like this: