Tahun 2022, Pemkab Simalungun Tampung Anggaran untuk 60 ribu KIA

SIMALUNGUN – BarisanBaru.Com
Amanat UU No. 23 tahun 2006 yang telah diubah dengan UU No. 24 tahun 2013 tentang kependudukan, masyarakat diminta harus memiliki kartu identitas kependudukan (KIP), baik KTP, KK termasuk dengan KIA (Kartu Identitas Anak).

Hal tersebut disampaikan Bupati diwakili Wakil Bupati Simalungun H Zonny Waldi dalam sambutannya saat mengadiri Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) bertempat di Kantor Camat Siantar Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis 25/11/2021.

Dikatakan, Kabupaten Simalungun memiliki penduduk sekitar 1 juta jiwa lebih jumlah yang tersebar di 32 kecamatan dan layanan kependudukan hanya di Ibukota Pamatang Raya, dengan luasnya wilayah kabupaten Simalungun sehingga menghambat pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) kepada KIA kepada anak-anak.

“Kedepan kita akan membuka layanan administrasi kependudukan di 10 kecamatan, dengan harapan layanan dokumen kependudukan di Kabupaten Simalungun terlayani dengan baik, dan kedepannya juga berupaya agar pelayanan kependudukan dapat dilakukan disetiap kecamatan,” kata Wabup.

Terkait dengan layanan KIA di Kabupaten Simalungun, Wakil Bupati menyebutkan bahwa Pemkab Simalungun baru memulai di tahun 2021, karena anggarannya baru ditampung pada P-APBD tahun 2021 untuk 30 ribu KIA.

“Tahun ini capaian kita baru 5 ribu dari target 30 ribu anak. Untuk itu saya minta berkolaborasi, kerjasama yang baik dan teritegrasi, mulai camat, pangulu dan lurah, kepala sekolah agar ini dituntaskan target 30 ribu KIA tahun ini, sehingga target kita bisa tercapai,” tandasnya.

Wakil Bupati meyampaikan, di tahun 2022 Pemkab Simalungun telah menampung anggaran untuk 60 ribu KIA, karena manfaatnya cukup banyak, selain untuk indentitas diri, juga untuk mendapatkan perhatian lainnya.

“Saya menginginkan ada 1 nagori menjadi percontohan untuk layanan KIA mencapai 100%, sehingga kita berharap Kabupaten Simalungun dapat memberikan kontribusi positif bagi Sumatera Utara yang bermartabat,”ujarnya.

Sementara itu Gubsu diwakili Staf Ahli Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Kaiman Turnip dalam sambutannya antara lain berpesan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Simalungun adanya koneksi ke camat, lurah dan pangulu untuk memudahkan dalam pelayanan administrasi kependudukan. “Administrasi kependudukan sangat penting bagi kita untuk semua kegiatan yang kita perintahkan,” katanya.

Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumut selaku koordinator kependudukan di 33 kabupaten/kota, Kaiman yang juga merupakan putra asal Kabupaten Simalungun berharap agar kedepan tidak hanya 30 ribu capaian KIA, tetapi Simalungun dapat menjadi yang terbaik di Sumut. “Dengan ada administrasi kependudukan ini, menunjukkan bahwa kita bangga menjadi warga Negara Indonesia,” katanya.

Sebelumnya Kadis Kependudukan dan catatan sipil Prov. Sumut Manna Wasalwa Lubis dalam sambutannya antara lain mengaatakan bahwa KIA sama dengan KTP elektronik, sama-sama memberikan identitas diri seseorang. Yang membedakan, KTP elektronik diberikan kepada seseorang yang telah mencapai 17 tahun, atau yang telah menikah yang umurnya masih di bawah 17 tahun. Sedangkan KIA memberikan kepada anak-anak usia dibawah 17 tahun,”jelas Manna.

Menurut Manna, target nasional KIA sebesar 30% per Kabupaten/Kota dilihat dari jumlah anak usia 0 sampai 17 tahun ke bawah. “Semoga dengan dilaksanakannya GISA di Kabupaten Simalungun target KIA secara nasional di Kabupaten Simalungun dapat tercapai,”ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Plt Kadis Dukcapil Kabupaten Simalungun Jon Rismantua Damanik mengatakan, KIA adalah sebuah dokumen yang wajib dimiliki oleh seluruh anak Indonesia mulai usia 0 sampai 17 tahun kurang 1 hari. “Ada dua kategori KIA, anak 0-5 tahun tidak perlu menggunakan foto, tapi jika anak sudah berusia diatas 5 tahun dan kurang 17 tahun baru kita mita photonya dan kami cetak langsung ke KIA-nya,”jelasnya.

Hingga hari ini Jhon Rismantua mengatakan bahwa pihak telah mencetak 5 ribu keping KIA dan telah didistribusikan ke beberapa sekolah di beberapa kecamatan.(Iw)

Leave a Reply

%d bloggers like this: