SMP PAB 10 MedEst Gunakan Dana BOS Afirmasi Bangun Taman “Mengundang Maut”


Deli Serdang, (barisanbaru.com)
Diduga “mengundang maut”, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Persatuan Amal Bakti (PAB) 10 Medan Estate menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi APBN 2020 untuk membangun taman pekarangan yang dapat membahayakan keselamatan Siswa maupun orang sekitar taman, Jumat (15/1/2021).


Pasalnya, disekitaran taman yang dibangun terdapat sumur berdiameter sekitar 1 meter dengan kedalaman kurang lebih 8 meter ibarat “lubang ternganga” yang dapat “mengundang maut” dan membahayakan keselamatan Siswa dan orang disekitar apabila terjeblos ketika berjalan.

Ditambah adanya pipa kran air yang membentang menghadang ditengah jalan,dapat mengakibatkan Siswa tersandung dan tercebur ke sumur.
Ketika dikonfirmasi oknum Kepala Sekolah, Feri Adha Evi,S.Pd mengatakan, “ memang membiarkan lobang sumur tersebut berhubung lagi buat taman, nanti bakal ditutup”, ketusnya.
Keberadaan sumur “mengundang maut” tersebut tepat didepan pintu masuk ruangan Kepala Sekolah.

Sungguh ironis dengan total anggaran BOS AFIRMASI senilai Rp60 juta, sekolah tersebut tidak mampu melaksanakan konsep penggunaan dana yang baik dan tepat sasaran.
Ditambahkan Evi, “ dari total Rp60 juta sudah kami belanjakan semua bang, Rp 45 juta untuk belanja Laptop,printer dan lain sebagainya di SIPLAH sedangkan sisanya senilai Rp 15 juta diakui Evi untuk pembangunan rehab ringan sekolah termasuk taman tersebut, “ sambungnya.


Apakah wajar Penunjukan Teknis (Juknis) penggunaan BOS Afirmasi untuk rehab ringan dan buat taman???
Namun hingga saat ini, barang yang dibelanjakan di SIPLAH senilai Rp 45 juta tersebut belum kunjung sampai di sekolah, hanya beberapa item saja. Padahal sudah melewati waktu pelaksanaan pengiriman (Surat Perintah Kerja) terhitung dari 6-11-20 s/d 5-1-21dan dapat dikenakan denda keterlambatan sebesar 0,1 persen dari anggaran belanja sesuai dengan perundangan Juknis Siplah.

Apalagi,belanja barang Siplah tersebut tanpa adanya pembanding supplier,dikarenakan item barang yang mahal juga diakui Evi diruangannya kepada barisanbaru.com.


Ketika dihubungi wartawan, PT.Anjani Mahligai Sejahtera selaku supplier yang beralamat di Jawa Barat, nomor telepon tersebut tidak aktif dan diduga terkesan fiktif dari alamat pengirim barang.
(Lubis)

KET FOTO: Deni,Operator Sekolah SMP PAB 10 ketika menunjukkan barang

Leave a Reply

%d bloggers like this: