Mandailing Natal, barisanbaru.com- Pelantikan kepala Desa se-Mandailing Natal sudah di gelar beberapa hari yang lalu namun masih menyisakan sengketa Pilkades yang belum usai. Kandidat Calon Kepala Desa Aek Marian Nomor Urut (1) Ali Nafiah Rangkuty dan No. Urut (2) Ahmad Saidin, bersama tokoh masyarakat, Hatobangan, Naposo Bulung dan warga mengadukan staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( PMD) Mandailing Natal ke Bupati Madina, disebabkan balasan penjelasan laporan gugatan Pilkades disabotase hanya “jalan ditempat”, sehingga gugatan warga gagal dibahas menjelang pelantikan Kades pada Selasa, (22/01), di Aek Marian.

Menurut Ali Nafiah, kandidat Calon Kepala Desa Aek Marian dengan Nomor Urut (1), gugatan kami tidak jadi dibahas oleh Kadis PMD, padahal sesuai dengan rentang waktu yang diminta Kadis telah kami penuhi, hanya saja kami heran disebabkan tidak ada jawaban dari pihak PMD terkait surat yang telah kami kirim melalui Panitia, “siapa yang tidak kesal dibuatnya,” ujar Ali Nafiah Rangkuty
Ali Nafiah Rangkuty menambahkan, dia bersama Panitia dan masyarakat terpaksa menggugat hasil Pilkades disebabkan adanya dugaan kecurangan dan money politik sesuai dengan pernyataan warga pemilih. Tapi sangat disayangkan sekali akibat ulah staf Dinas PMD Madina, berinisial “MN” membuat masyarakat sempat emosi dan makanya dibuat pengaduan kembali kepada Bupati untuk mendapat respon terkait tuntutan Calon Kades dan juga warga dari berbagai elemen.
Adapun Surat yang Ali Nafiah CS tujukan ke Bupati Madina dan ditembuskan keberbagai pihak termasuk OPD maupun pihak lainnya di Panyabungan, surat yang berisikan delapan(8) poin tersebut langsung diserahkan ke Pemda Madina untuk mendapat tanggapan dari Bupati nantinya.
Adapun Isi Pengaduan tersebut terdiri dari :
1. Surat balasan penjelasan gugatan dari ketua Panitia Pilkades Aekmarian telah di sabotase oleh oknum Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atas nama M.NASIR pada hari jum’at tanggal 11 Januari 2019. Hal tersebut mengakibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tidak dapat memproses gugatan kami tersebut.
2. Bahwa pada Pemilihan Kepala Desa yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu ada seorang oknum tim sukses dari nomor 3 atas nama ASPAN RANGKUTI yang telah menawarkan berupa uang sebesar RP 50.000 kepada salah seorang pemilih untuk pemenangan calon nomor urut 3 atas nama Mulia Musthapa (surat pernyataan terlampir )
3. Ketua panitia tidak melaksanakan sosialisasi tata cara pemungutan suara kepada masyarakat, yang mengakibatkan banyaknya surat suara tidak sah dan banyak surat keterangan penduduk yang dikeluarkan oleh PLT. Kepala Desa .
Hal tersebut bertentangan dengan peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB III Pasal 39 Ayat 1 : Setelah melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 Ayat 1 , panitia memberikan penjelasan megenai tata cara pemungutan suara.
4. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tidak mematuhi peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB III Paragraf 2 Pasal 10 Ayat 2 a yang berbunyi : Peduduk Desa yang pada hari Pemungutan suara pemilihan Kepala Desa sudah berumur 17 tahun atau sudah /pernah menikah ditetapkan sebagai pemilih

Hal tersebut mengakibatkan banyaknya pemilihan yang belum berusia 17 tahun dimasukkan dalam daftar pemilihan tetap pemilihan Kepala Desa Aek Marian

( Daftar Terlampir )

5. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tidak mematuhi peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB III Paragraf 2 Pasal 10 Ayat 2 b yang berbunyi : Nyata – nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya.

Ketua panitia telah menetapkan pemilihan Kepala Pemilihan yang nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya.

6. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tidak mematuhi peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB III Paragraf 2 Pasal 10 Ayat 2 d yang berbunyi : Berdomisili di desa sekurang – kurangnya 6 ( enam ) bulan sebelum disahkannya daftar pemilihan sementara yang dibuktikan dengan kartu Tanda Penduduk atau Surat Keterangan Penduduk.

Dimana ketua panitia menerima pemilihan yang Berdomisili di desa sekurang – kurangnya enam bulan sebelum disahkannya daftar pemilihan sementara . Hal tersebut mengakibatkan banyaknya pemilihan tambahan dan benar – benar pemilihan tersebut tidak memenuhi syarat sebagai pemilih yang diperkuat pada pasal 10 ayat 3.

( Terlampir surat pernyataan dari salah satu pemilih yang berdomisili 2 bulan )

7. Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tidak mematuhi peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB III Paragraf 2 Pasal 15 Ayat 1 dan 2 .

Sebagaimana Ketua Panitia tidak mengumumkan pemilih tambahan yang mengakibatkan banyaknya pemilih tambahan pasa saat hari pemilihan Kepala Desa dengan dasar Surat Keterangan dari PLT. Kepala Desa.

Merujuk pada Peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 BAB I Pasal 1 Ayat 19 dan 20 tentang ketentuan umum bahwa ketua panitia dengan sengaja melanggar pasal tersebut untuk penggelembungan daftar pemilihan yang seharusnya harus diumumkan tiga sejak berakhirnya jangka waktu penyusunan daftar pemilihan tetap.

8. Sesuai dengan Peraturan Bupati Mandailing Natal Nomor 46 Tahun 2018 tentang Peraturan Pemilihan kepala Desa pasal 40 huruf C , D dan E tentang surat suara sah dan tidak sah.

Dimana ketua panitia tidak mempertimbangkan peraturan tersebut untuk menentukan surat suara sah dan tidak sah, tandas Ali Nafiah.

Ditambahkan Ali Nafiah, berulangkali sudah mendatangi Dinas PMD Mandailing Natal bersama Tokoh Masyarakat Aek Marian kemarin, (Senin, 21/01) tentang yang di duga sabotase tersebut, Namun Pihak PMD dan dijelaskan Muhammad Nasir Kasi Kelembagaan Pada Dinas Pemberdayaan Desa Kab. Madina mengatakan tidak menerima Surat balasan dari Panitia Pemilihan yang di Layangkan Sekda Mandailing Natal sebelum acara Pelantikan Kades Se- Madina
Sementara itu, Kadis PMD Madina Ikbal yang dihubungi secara terpisah, usai beliau di datangi Warga Aek Marian mengakui bahwa warga telah mendatanginya dikantor beberapa hari lalu dan telah memberikan masukan agar warga memahami kondisi yang diterimanya soal surat yang disampaikan kepada Dinas PMD dan Hari ini Juga mereka menanyakan itu kembali, Senin, (21/01)
“ Saya memang telah didatangi warga, menanyakan Tuntutan mereka yang mereka tuntun beberapa yang waktu lalu. Kasus pengaduan Masyarakat Aek Marian ini akan kita Proses secepatnya dalam jangka 2 atau 3 hari ini ke depan” Jelas Ikbal.
Sementara ketua Panitia pemilihan Kades Aek Marian belum dapat dimintai keterangan, saat ditemui ke rumahnya,pada Selasa (22/01).
(ALAWI)