Hamparan Perak, barisanbaru.com –  Pembangunan drainase Dana Desa Tahap ke III Kota Datar diduga amburadul,  pasalnya pembangunan drainase dengan volume 24 Meter yang terletak di Dusun XI lap.Bola Kota datar tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada dan disinyalir terindikasi korupsi.

          Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Usut Koruptor Uang Negara (UKUr) Sumut, H. Setiawan, ST, pembangunan drainase Tahap ke 3 Kota Datar yang terletak di Dusun XI lapangan bola, kecamatan Hamparan Perak sepanjang 24 Meter tersebut diduga amburadul dan disinyalir terindikasi  korupsi, terangnya.

“ Coran plasteran dinding drainase tampak dari luar tidak dikerjakan, plasteran dan acian semen  ditiadakan dalam coran dinding luar drainase tersebut, sehingga hal tersebut diduga terindikasi korupsi yang tidak sesuai RAB  yang dapat merugikan Negara,’ tegasnya.

Terkait pengawasan proyek dana desa tersebut, oknum Kepala Desa Kota Datar, Mazni, SPdi enggan ditemui dan berungkali dihubungi via telepon seluler tidak dijawab, bahkan sms pun tidak dibalas sambung H.Setiawan ketika ditemui wartawan barisanbaru.com di ruang kerjanya Jalan tanjung Morawa Km.13,5. pada , Kamis (3/1/2019)

Lebih lanjut Ketua LSM UKUR Sumut mengatakan, Proyek drainase bersumber Dana Desa senilai Rp.14.625.400 yang baru dikerjakan pada pertengahan bulan Desember 2018 kemarin kini sudah amburadul kondisinya, pasangan plasteran yang retak dan pecah sebagai bukti temuan laporan kita, dalam waktu dekat kita akan meminta kepada aparat Kepolisian/ Kejaksaan guna mengusut temuan laporan dugaan korupsi di Desa Kota Datar ini sesuai tugas kita Sosial-kontrol, imbuhnya.

(Zoel)