Jakarta – Ucapan Prabowo Subianto yang sempat melontarkan kata-kata “tampang Boyolali” membuat calon Presiden (capres) Nomor urut 02 tersebut dilaporkan ke Bawaslu. Pada ujungnya, Bawaslu resmi menutup kasus tersebut. Inilah kronologi lengkapnya.
Beredar pada awal November, di media sosial potongan video berisi pernyataan capres Prabowo Subianto yang akan “bertanding” menuju RI 1 bersanding dengan wakilnya Sandiaga Uno berbicara soal masuk hotel dan “tampang Boyolali”. Ternyata, di awal video, pernyataan Prabowo tak terdengar jelas karena terpotong.
“Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?” kata Prabowo dalam video tersebut dan disambut jawaban “betul” dari hadirin acara.
“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Kalian tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini,” lanjut Prabowo.
Timses Prabowo saat itu menyebut makna asli video tersebut hilang karena dipotong dan menjadi terpelintir. Meski demikian, Prabowo tetap dilaporkan ke Bawaslu oleh Barisan Advokat Indonesia (BADI).
Ketua Presidium BADI, Andi Syafrani mengatakan, “terkait dengan konten candaan Pak Prabowo yang disampaikan pada saat itu, kami menduga ini berisi tentang penghinaan yang terkait dengan SARA yaitu khususnya pada golongan,” ujarnya di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).
BADI sempat diperiksa Bawaslu soal pelaporan ini pada 16 November 2018 lalu. Pelapor membawa 3 saksi dalam pemeriksaan tersebut.
Pada akhirnya, Bawaslu menghentikan pelaporan soal ‘tampang Boyolali’ tersebut. Putusan ini tertuang dalam pemberitahuan putusan yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Abhan, pada Selasa (27/11/2018).
“Status laporan tidak dapat ditindaklanjuti,” demikian ini surat pemberitahuan Bawaslu.
Lalu apa alasan laporan soal “tampang Boyolali” distop? Bawaslu mengatakan pernyataan tersebut tidak masuk dalam kegiatan kampanye.
Pernyataan “tampang Boyolali” tidak dalam kegiatan kampanye tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir kader partai pengusung paslon 02, ujar anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11/2019).
Ratna juga mengatakan pernyataan Prabowo tersebut tidak masuk dalam bentuk penghinaan dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, Bawaslu telah -melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor dalam mengambil keputusan, tegasnya.
(Endik)