Padangsidimpuan, (BarBar)

Pagi hari tim gabungan Polres Tapanuli Selatan dan Polda Sumut menangkap Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Padangsidimpuan, Fahdriansyah Siregar (FS) alias Ucok Kodok dari rumahnya di Jln H Dahlan Lubis, Pudun Jae, Kec Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan Rabu, (25/4) sekitar pukul 09:00 WIB.

Puluhan petugas gabungan Polres Tapsel dan Detasemen C Brimob Polda Sumut bersenjata laras panjang menggrebek kediaman FS. Penangkapan tersebut diduga terkait aksi pengrusakan dan penganiayaan terhadap seorang penjaga kebun di Kec Muara Batangtoru.

Dalam penggerebekan yang dipimpin Kapolres Tapsel, AKBP Mohammad Iqbal, petugas berhasil mengamankan FS tanpa perlawanan. FS alias Ucok Kodok yang baru bangun tidur diperlihatkan surat perintah (sprint) penangkapan terhadap dirinya. Usai membaca sprint tersebut, FS pun diboyong ke Mapolres Tapsel guna pemeriksaan.

Kapolres Tapsel, AKB Pohammad M Iqbal menegaskan semua warga sama di mata hukum. “Hukum tak pandang pangkat dan jabatan seseorang. Bila bersalah pasti dihukum,” tandasnya.

Polisi juga mengamankan Anggi Azhari Siregar, S.Kom. (29), warga Jln Rawa Gg. Mesjid, Kel Tegal Sari Mandala III, Kec Medan Denai, Kota Medan. Kemudian, Syahrial Tanjung (58), warga Jln. Raya Sungai Pua, Kec. Sungai Pua, Kab Agam, Sumatera Barat dan Taufik Hidayat Siregar (30), warga Desa Panobasan Dolok, Kec. Angkola Barat, Tapsel.

Mengherankan saat penggrebekan, polisi menemukan narkoba jenis ganja dan puluhan botol minuman keras (miras) merk Chivas dari kediaman FS. Juga ditemukan puluhan butir peluru tajam senjata api sebagai barang bukti diamankan di Mapolres Tapsel.

Iqbal juga mengungkap, Kepolisian sudah melakukan tes urine terhadap FS dan hasilnya positif. “Kami sudah lakukan tes urine. Hasilnya positif,” ungkap Iqbal.

Kini, lanjut dia, pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap rekan-rekan FS yang diduga sudah kabur. Dan, petugas sudah mengantongi identitas mereka. “Mereka juga diduga ikut melakukan penganiayaan,” tukasnya.

Penangkapan FS menurutnya berawal dari laporan aksi perusakan dan penganiayaan karyawan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Tapsel. Setelah melakukan penyelidikan, tindak penganiayaan itu mengarah pada FS dkk, sehingga dilakukan penangkapan.(BB18)