Medan, (BarBar)

Gubernur Sumatera Utara Letjend TNI (Purn) Edy Rahmayadi, baru-baru ini melakukan peletakan batu pertama pembangunan Madrasah dan pengembangan Masjid Al-Muhajirin yang berada di Jl.Padi Pasar 5 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Acara tersebut selain dihadiri Gubsu, juga turut hadir Ketua Komisi E DPRD SU dari Fraksi Demokrat Dahril Siregar, para SKPD Provsu, SKPD Pemko Medan, Camat Percut Sei Tuan Timur Tumanggor, Kades Tembung Kennedy Tarigan, serta pengajian kaum Bapak/Ibu di sekitar Pasar 5 Tembung.

Gubsu Edy Rahmayadi dalam sambutannya sangat menyambut baik program yang telah dijalankan pengurus BKM Al-Muhajirin. Pembangunan Madrasah dan juga Masjid harus didukung bersama, demi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Pada kesempatan itu, Gubsu menyerahkan bantuan kepada panitia pembangunan Madrasah dan juga pengembangan Masjid Al-Muhajirin berupa 500 sak semen.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD SU Fraksi Demokrat Dahril Siregar memberikan masukan kepada pengurus BKM Al-Muhajirin agar dapat membuat proposal yang ditujukan kepadanya, demi untuk pembangunan Madrasah dan juga Masjid.

Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Muhajirin Drs.H.Khayat Harahap diwakili Ketua panitia Jamal Usman Ritonga, SE, M.Si usai acara kepada awak media ini menjelaskan, kami atas nama pengurus BKM Al-Muhajirin mengucapkan banyak terima kasih dengan kehadiran Gubsu dalam acara ini yang telah memberikan bantuan berupa 500 sak semen. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Al-Ustadz Assanul Fuad Saragih, MA yang telah memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 750 ribu.

Masjid Al-Muhajirin, lanjut Jamal, berdiri sejak tahun 1997 dapat menampung sebanyak 150 jama’ah, aktif dilaksanakan shalat 5 waktu, shalat jum’at, Idul Fitri dan Idul Adha. Meski dibangun berlantai 2 namun tidak dapat menampung jama’ah yang akan melaksanakan shalat disaat hari-hari besar tiba. Atas musyawarah pengurus BKM Al-Muhajirin, maka dibentuk kepanitiaan guna pengembangan Masjid. Pembangunan dibagi dalam 2 tahap yaitu tahap I pembebasan lahan sekitar 300m2 menggunakan dana sebesar Rp 380 juta. Tahap II terdiri dari 3 bagian yaitu pembangunan madrasah dan tempat wudhuk laki-laki dan perempuan, serta perluasan tempat shalat, jelasnya.

Selanjutnya, penyempurnaan pengecoran lantai II Masjid dan tangga serta penyempurnaan kuba Masjid. Diperkirakan, pengerjaan rampung keseluruhan menelan biaya sebesar Rp 2,6 Miliar. Target pembangunan selesai dalam waktu 5 tahun . Sementara, saat ini saldo kas Masjid Al-Muhajirin sebesar Rp 150 juta. Dasar pemikiran perluasan pembangunan Masjid mengingat daya tampung jama’ah sudah tidak memadai lagi. Sedangkan untuk Madrasah, dasar pemikiran guna mengaktifkan generasi muda dalam menambah ilmunya khususnya dibidang religius (keagamaan). Sehingga generasi muda dapat terhindar dari hal-hal yang negatif seperti bahaya narkoba. Dengan belajar mengaji, anak-anak bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik, jelanya lagi.

Pembangunan madrasah mulai tingkat MDA dan Tsanawiyah akan dibangun 4 lokal untuk tahap awal. Untuk itu, kami atas nama panitia pembangunan masjid berharap kepada kaum muslimin/muslimah serta donatur yang punya kemampuan untuk memberikan sebagian rezekinya kepada panitia guna melanjutkan pembangunan yang akan berlangsung. Bagi ummat yang mampu berinfaq datang langsung untuk menyalurkan berupa dana maupun material kepada panitia perluasan masjid dan pembangunan madrasah, dengan alamat Jl.Padi Psr 5 Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Target pembangunan selesai dalam waktu 5 tahun, dan mudah-mudahan bisa terlaksana selama 3 tahun, tandas Jamal.

(SP)