DITANYA TEMUAN BPK RI, KADIS PARIWISATA TAPSEL BERI JAWABAN “SIMPANG SIUR”

Tapsel – BARISANBARU News

Diduga mengkabur – kaburkan permasalahan penggunaan Anggaran proyek Rehab Lapangan Sepabola Sarasi II dan sarana lainnya di Desa Paran Julu Kecamatan Angkola senilai Rp 605.499.762,-, Kadis Pariwisata Kabupaten Tapanuli Selatan, Abdul Saftar Harahap beri  jawaban “Simpang Siur” ketika ditanyai  wartawan BARISANBARU News, Sabtu (10/4/2021).

Keterangan foto: Pemeriksaan lapangan bola Pargarutan Julu pada 5 Maret 2021 oleh BPK RI, Inspektorat kabupaten, pengawas Perkim kabupaten bersama konsultan

Pasalnya, Saftar tidak menjawab keterangan lebih rinci mengenai jenis pekerjaan dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) Konstruksi Lapangan Sepabola Sarasi II tersebut dalam Surat Konfirmasi  Redaksi  BarisanBaru News No. 28/RED/SKT/III/2021 yang dilayangkan kepada Kadis Pariwisata Tapsel C/Q PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Jawaban “Simpang Siur” Saftar mengatakan, kalau CV.Sejahtera Bersama selaku pemenang tender telah mengembalikan dana proyek Rehab Lapangan Sepakbola Sarasi II tersebut, ditambah proyek tersebut kini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) RI, ujarnya via konfirmasi telepon Whatsapp.

Ironisnya, ketika ditanyai pekerjaan Konstruksi dalam RAB yang dimaksud apakah rehab Tribun lapangan maupun kerjaan fisik yang lain karena tidak ada tanda bekas kerja konstruksi dilapangan tersebut hingga disebut-sebut dugaan fiktif, Saftar menjawab, “Bodoh kalilah BPK kalau ini fiktif pak”, jawab  Saftar.

“Bukan, melainkan pekerjaan DECK (dinding) dibelakang lapangan, ada juga bekas cor-coran dibelakang, sudah turun Pemeriksaan lapangan bola Pargarutan Julu pada 5 Maret 2021 oleh BPK RI, Inspektorat kabupaten, pengawas Perkim kab bersama konsultan”, sambungnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Usut Koruptor Uang Negara (UKUr) Sumut, H.Setiawan,SH mengatakan, “temuan BPK ini harus ditindak lanjuti, jangan Informasi dikabur-kaburkan agar semuanya jelas dan transparan yang diduga merugikan  Negara senilai Rp 600 juta lebih ini, imbuhnya.

Keterangan foto: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat LSM Usut Koruptor Uang Negara (UKUr) Sumut, H.Setiawan,SH ketika akan meminta Sidang KIP Provsu tergugat Dinas Pariwisata Tapsel C/Q. SAFTAR (ist)

Pemenang tender telah mengembalikan dana proyek, ada apa????

Dalam hal ini, PPK dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) harus bertanggung jawab dari hasil audit temuan BPK RI yang telah turun langsung ke Lapangan Sepakbola tersebut.

Keterangan foto: bangunan tribun lapangan Sarasi II  Paran Julu yang belum tersentuh Konstruksi kondisinya kini porak-poranda (foto: ist)

“Segera kita akan minta Sidang Informasi dugaan temuan rehab konstruksi lapangan sepakbola ini ke Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Sumut”, sambungnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kabid Olahraga Dinas Pariwisata Tapsel, Taufik selaku PPK Rehab Lapangan Sepabola Sarasi II dan sarana lainnya di Desa Paran Julu Kecamatan Angkola senilai Rp 605.499.762 pada Oktober 2020 lalu  tidak menjawab Konfirmasi Tim Redaksi BARISANBARU News.

(TIM)

 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: