Panyabungan, barisanbaru.com – Kelompok ternak merasa kecewa,, pasalnya kelompok Ternak sapi menerima bantuan sapi jauh dari yang diharapkan, sapi yang diterima bukan seperti Juknis bahkan bantuan ternak itupun ada yang masih menyusui dan ada yang sedikit lebih besar. Padahal di dalam permohonan proposal itu tidak ada yang timpang tindih tapi dengan ukuran yang merata.

Ada anggota kelompok ternak sempat mengundurkan diri akibat tidak sesuai dengan proposal dan komitmen sebelum menerima bantuan ternak sapi. Anehnya lagi, anggota kelompok yang lainya tidak merasa keberatan, apakah karna sudah mendapatkan bantuan itu, kan itu sudah kewajban pemerintah memberikan bantuan untuk kelompok tani ternak maupun yang lainnya.

Akibat kekesalan anggota ternak sempat menuturkan kepada awak media, Apakah penerima bantuan kelompok ternak sapi begitu saja tiap tahun nya bahkan tiap tahun selalu mendapat bantuan, apakah pemerintah tidak ada niat agar kebutuhan daging perharinya di daerah khususnya di Mandailing Natal dapat terbutuhi, dituturkan salah Satu anggota kelompok ternak yang mengundurkan diri, Kamis, (17/01).

“Saya sudah mengundurkan diri dari kelompok Ternak semenjak kedatangan sapi tersebut, hati nurani saya tidak menerima Ukuran sapi tersebut dan saya merasa di Zolimi. Kelompok ternak tersebut punya rekening kelompok dan di bicarakan awalnya masuk kerekening kelompok dan akan kami belanjakan sendiri, namun entah bangaimana ceritanya sapi sudah datang dengan ukuran yang tidak sesuai” Tutur Anggota yang mengundurkan diri

Seterusnya, Barisan Baru dan beberapa Media Ternama menemui anggota kelompok Ternak yang lain dan langsung kelokasi Kelompok ternak di sekitar Kec. Panyabungan. Hasil Investigasi Team menemukan kejanggalan yang Riskan dan dekat sarat Korupsi.

Anggota kelompok ternak berinisial RM mengatakan kepada Team dan Barisan Baru, mereka sendiri yang membelanjakan sapi tersebut dengan Harga 6 juta Rupiah dan di Jemput di Desa Rumbio sebanyak 10 ekor Sapi.

“kami kelompok ternak ini membelanjakan Langsung sebanyak 10 ekor sapi dengan harga 6 juta Rupiah/ekornya. Bangunan kandang Sebesar 20jutaan, ditambah mesin giling rumput dan Betor pengangkut rumput 1 unit” kata RM

Sementara RS warga setempat mengatakan sapi yang datang itu ukurannya sangat kecil, masih bisa di gendong paling kisaran harga 3jutaan soalnya keliahatan masih menyusui sapi tersebut, Kamis, (17/01)

Dilain tempat, SH anggota kelompok Ternak menuturkan kepada team media, saat tim Monitoring Pusat marah-marah di dampingi Asnam KUPT pertanian Panyabungan dengan keadaan sapi dan kandang tersebut yang diduga tidak sesuai.

“Team Monitoring marah-mrah saat monitoring ke kelompok kami, dengan ujaran tidak mungkin sapi seukuran itu dengan harga 6 juta bahkan ukuran seakarang pun tidak mungkin harga 6 juta rupiah di dampingi Asnam” Tutur SH

Anehnya lagi, SH sendiri tidak tahu siapa ynag membelanjakan sapi tersebut, SH memerima sapi setelah pengurus memilih sapi terlebih dahulu seterusnya anggota memilih sapi sisa.

Sementara Asnam KUPT Pertanian Panyabungan ditemui sebelum Monitoring Pusat ke Lokasi kelompok Ternak, Asnam mengatakan hanya menemani atau kasih unjuk kelompok tersebut sebagai Kegiatan Monitoring dari Pusat.

Setelah investigasi Team awak Media, dengan menyimpulkan adanya dugaan perbelanjaan sapi dan Pendirian bangungan Kandang tidak sesuai, akankan semua kelompok Ternak di mandailing Ntal sama halnya dengan kelompok Ternak ini.

Diminta para penegak Hukum dan Instansi Terkait untuk menindak lanjuti kejanggalan kelompok ternak yang di diduga merugikan Kelompok Ternak tersebut dan Jangan Tutup mata(alw)