PARAPAT – BarisanBaru.com
Kegiatan Pembukaan Bootcamp WUBI Batch IV dan Onboarding UMKM Bank Indonesia Pematangsiantar Tahun 2025 di Niagara Hotel Parapat, Selasa (1/7/2025).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Muqorobin menjelaskan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I sebesar 4,87% (yoy), lebih rendah dari 5,11% tahun sebelumnya.
“Angka ini menunjukkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi. Salah satu faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah perlambatan ekonomi global,”katanya.
Muqorobin mengatakan hal tersebut terlihat dari melemahnya permintaan ekspor Indonesia, terutama dari Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu, juga terdapat faktor domestik yang mempengaruhi ialah daya beli masyarakat Indonesia yang melemah yang juga menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi.
Dikatakan Muqorobin semenjak munculnya pandemi Covid-19, transaksi ekonomi dan keuangan masyarakat yang menggunakan media digital semakin tumbuh pesat. Dengan penetrasi digital 79%(sesuai hasil survei penetrasi internet Indonesia 2024), preferensi masyarakat untuk berbelanja melalui platform digital (e-commerce dan conversational commerce) meningkat tajam seiring dengan pembatasan mobilitas, kemudahan dalam bertransaksi, serta variasi pilihan yang lebih beragam.
Hal ini juga tercermin dari total transaksi digital Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, transaksi digital Indonesia mampu menembus 34.5 miliar transaksi, meningkat sebesar 36.1 persen (yoy).
Selain itu, komposisi penduduk Indonesia semakin didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Milenial, yang merupakan generasi pemuda yang melek dan tumbuh bersama teknologi. Untuk itu, UMKM harus mampu beradaptasi dan bertransformasi agar relevan dengan perkembangan terkini.
Hal ini agar UMKM mampu mengambil peluang dan potensi ekonomi dari semakin meningkatnya transaksi ekonomi secara digital,”jelasnya
Muqorobin mengatakan untuk menjawab tantangan dan sebagai wujud kontribusi Bank Indonesia dalam mempersiapkan UMKM menghadapi perubahan tersebut, Bank Indonesia Pematangsiantar sebagai representasi Bank Indonesia di 8 (delapan) wilayah kerja di provinsi Sumatera Utara (Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan).
Sejak beberapa tahun terakhir telah melaksanakan program Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) dan juga Onboarding UMKM.
Program WUBI dirancang untuk menciptakan wirausaha baru yang tangguh dan mandiri, dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat di berbagai sektor usaha seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, dan juga mempersiapkan UMKM dalam menghadapi persaingan di era digital.
Penyelenggaraan WUBI tahun ini merupakan penyelenggaraan WUBI yang keempat kalinya dilaksanakan oleh Bank Indonesia Pematangsiantar.
Tahapan pelaksanaan program meliputi seleksi administratif, asesment test, seleksi wawancara dan kunjugan usaha, bootcamp, pendampingan, dan juga monitoring hingga wisuda, yang ditargetkan dapat terlaksana pada bulan Oktober nanti.
Kami mengucapkan selamat kepada 30 UMKM yang hadir di hari ini, karena telah berhasil melewati tahapan seleksi hingga dapat duduk untuk mengikuti tahapan bootcamp.
Dapat kami sampaikan bahwa total UMKM yang melakukan pendaftaran WUBI dan Onboarding tahun ini sebanyak 148 UMKM. merupakan UMKM-UMKM unggulan yang berkesempatan untuk menimba ilmu secara intensif melalui program WUBI dan Onboarding BI Pematangsiantar.
Pelaksanaan program ini dilaksanakan bekerjasama dengan professional yang ahli dalam pengembangan UMKM, yaitu Akeyodia, yang pada hari ini dihadiri langsung oleh Coach Edwin Indratno dan Coach Irmawati. Tim Akeyodia yang akan bertanggungjawab mendampingi, melatih, dan membekali Bapak/Ibu sekalian sehingga nantinya dapat dinyatakan lulus program WUBI.
Diharapkan Muqorobin dengan adanya Program WUBI dan Onboarding ini, dapat memberikan edukasi untuk meningkatkan kapasitas UMKM, meningkatkan kualitas produk dan brand positioning UMKM, meningkatkan kapasitas SDM UMKM dalam manajemen bisnis, membentuk pola pikir UMKM terkait pemasaran online dan digitalisasi usaha, dan memfasilitasi UMKM agar optimal dalam proses onboarding ke saluran pemasaran online sesuai dengan kebutuhan usahanya.(iw)








