Medan, barisanbaru.com

       Dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran dan penggunaan obar dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, Badan POM RI melakukan pengawasan secara komprehensif, meliputi pengawasan pre-market dan post-market. Pengawasan post-market dilakukan dengan sampling dan pengujian laboratorium untuk mendeteksi obat dan makanan tanpa izin edar, palsu, mengandung bahan berbahaya, serta obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat.

       Terkait dengan pengawasan post – market yang dilakukan, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, baru-baru ini  melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal di kantor tersebut. Acara pemusnahan tersebut dihadiri mewakili Gubsu, Kajatisu, Kapoldasu, Ketua Pengadilan Negeri Medan, Kadis Kesehatan Provsu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provsu, serta undangan lainnya.

       Kepala BBPOM di Medan Drs. Yulius Sacramento Tarigan mengatakan,  produk – produk yang dimusnahkan berjumlah 524 jenis (35.635 kemasan), terdiri dari 98 jenis obat (2.704 kemasan), 56 jenis obat tradisional (4.785 kemasan), 313 jenis kosmetika (7.847 kemasan), 25 jenis pangan (722 kemasan), 28 jenis suplemen kesehatan (242 kemasan), dan 6 jenis bahan berbahaya (48 kemasan). Semua produk yang dimusnahkan pada saat ini di dapat dari hasil pengawasan terhadap 62 sarana. Dari nilai produk yang dimusnahkan, seluruhnya berjumlah Rp. 1.033.616.172 (Satu miliar tiga puluh tiga juta enam ratus enam belas ribu seratus tujuh puluh dua rupiah), jelasnya.

       Dikatakan, hasil pengawasan BBPOM di Medan selama bulan Juli 2018 s/d Juni 2019, menunjukkan bahwa pelanggaran di bidang pengawasan obat dan makanan di dominasi oleh temuan kosmetik tanpa ijin edar dan obat tanpa izin edar. Selama periode 2018 dan 2019, BBPOM di Medan telah menangani 21 kasus yang ditindaklanjuti secara pro-justitia. Ke depan BBPOM di Medan akan terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan secara berkesinambungan, dan berkordinasi lebih intensif dengan lintas sektor terkait, jelasnya lagi.

       Kepada masyarakat Badan POM menghimbau untuk tidak mengkonsumsi obat dan makanan yang tidak memenuhi persyaratan, tanpa izin edar, atau palsu. Apabila masyarakat menemukan hal – hal yang mencurigakan atau mempunyai informasi yang ingin disampaikan, agar menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM dengan nomor telepon 021 – 4263333 dan 021-32199000 atau email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM / BPOM di seluruh Indonesia. Khusus untuk BBPOM di Medan dengan nomor telepon (061) – 6628363, tandas Yulius Sacramento. (SP).