Panyabungan, barisanbaru.com –  Kelompok Ternak sapi penerima bantuan  sapi T.A 2018  Kabupaten Mandailing natal (Madina) merasa kecewa, pasalnya sapi yang diterima bukan seperti Penunjukan Teknis (Juknis) yang diharapkan. Sapi – sapi yang diterima diduga dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, bahkan bantuan ternak itupun ada yang masih menyusui  dan ada yang sedikit lebih besar.  Padahal didalam permohonan proposal bantuan tidak ada yang tumpang tindih, melainkan dengan ukuran yang merata. Diminta Aparat Penegak Hukum Jangan “Tutup Mata”.

Hal tersebut diutarakan salah seorang  anggota kelompok ternak  yang mengundurkan diri akibat tidak sesuainya bantuan yang diterima dengan proposal komitmen pengajuan sebelum menerima bantuan ternak sapi.
Anehnya lagi, anggota kelompok yang lainya tidak merasa keberatan,  apakah karna sudah mendapatkan bantuan  itu (sapi-red),  sehingga tidak mempedulikan bentuk dan ukuran sapi yang diterima tidak sesuai permohonan.

Ditambahkan  salah seorang  anggota kelompok ternak  yang tidak ingin dimuat namanya kepada barisanbaru.com, apakah
penerima bantuan kelompok ternak sapi begitu saja tiap tahun nya  bahkan setiap tahun selalu mendapat bantuan yang sama dengan kelompok ternak yang sama??? Apakah Pemerintah tidak ada niat agar kebutuhan daging perharinya di daerah khususnya di Mandailing Natal dapat terbutuhi, imbuhnya pada Senin, (28/01/19).

“Saya sudah mengundurkan diri dari kelompok Ternak semenjak kedatangan sapi tersebut, hati nurani saya tidak menerima ukuran sapi tersebut dan saya merasa dizolimi,” sambungnya. Kelompok ternak tersebut punya rekening kelompok dan di
bicarakan awalnya masuk kerekening kelompok dan akan kami belanjakansendiri, namun entah bangaimana ceritanya sapi sudah datang dengan ukuranyang tidak sesuai” tutur anggota yang mengundurkan diri.

Lebih lanjut, tim barisanbaru.com dan beberapa Media  menemui anggota kelompok Ternak yang lain dan langsung  kelokasi Kelompok ternak di sekitar Kecamatan Panyabungan. Hasil Investigasi Team menemukan kejanggalan yang diduda  sarat Korupsi.

Anggota kelompok ternak lain berinisial RM mengatakan, mereka sendiri yang membelanjakan sapi tersebut dengan Harga 6 juta
Rupiah dan dijemput di Desa Rumbio sebanyak 10 ekor Sapi.

 “Kami kelompok ternak ini membelanjakan Langsung sebanyak 10 ekor sapi dengan harga 6 juta Rupiah/ekornya. Bangunan kandang Sebesar 20 jutaan, ditambah mesin giling rumput dan Betor pengangkut rumput 1 unit” kata RM

Sementara RS warga setempat mengatakan sapi yang datang itu ukurannya sangat kecil, masih bisa di gendong paling kisaran harga 3 jutaan soalnya kelihatan masih menyusui sapi tersebut, Kamis, (17/01)

Dilain tempat,  SH anggota kelompok Ternak menuturkan kepada team media, saat tim Monitoring Pusat marah-marah di dampingi Asnam KUPT pertanian Panyabungan dengan keadaan sapi dan kandang tersebut yang diduga tidak sesuai.

“Team Monitoring marah-marah saat monitoring ke kelompok kami, dengan ujaran tidak mungkin sapi seukuran itu dengan harga 6 juta bahkan ukuran sekarang pun tidak mungkin harga 6 juta rupiah di dampingi Asnam” Tutur SH

Anehnya lagi, SH sendiri tidak tahu siapa ynag membelanjakan sapi tersebut, SH memerima sapi setelah pengurus memilih sapi terlebih dahulu seterusnya, anggota memilih sapi sisa.

Lebih lanjut  investigasi ke kelompok Ternak Desa Gunung Barani, Ketua kelompok Ternak Gunung Barani  Mukri Tanjung mengatakan, awalnya mereka dari Dinas Pertanian menjanjikan 100 juta untuk pembelian 10 sapi nyatanya mereka memberikan 80 juta kepada kelompok .

Untuk kandang yang meliputi Tempat pengolahan rumput dan 2 unit kandang mereka memberikan 26 juta. Mukri juga enggan mengatakan jumlah uang yang masuk ke rekening Kelompok.

Sementara Asnam KUPT Pertanian Panyabungan  ditemui sebelum Monitoring Pusat ke Lokasi kelompok Ternak, Asnam mengatakan hanya menemani atau kasih unjuk kelompok tersebut sebagai Kegiatan Monitoring dari Pusat.

Sulitnya ditemui Kadis Dinas Pertanian dan Peternakan   Kabupaten Mandailing Natal tim Investigasi menghubungi Zulfahmi selaku Sekretaris di dinas tersebut, Zulfahmi mengatakan, bantuan itu kegiatan Provinsi bukan Dinas Pertanian dan Peternakan   kabupaten Mandailing Natal sembari mengatakan langsung saja kepada  Kepala Dinas
Pertanian dan Peternakan   kabupaten Mandailing Natal, Sabtu (19/01).

Ironisnya lagi, kepala Desa Tarimbaru Panyabungan Timur ,Kobet mangkir , tidak tahu-menahu tentang Bantuan Ternak lembu itu. Sejatinya  beberapa bulan yang lalu, beliau mengatakan mereka dapat bantuan lembu dan kandang, pada Senin (21/01/2019).

Disimpulkan adanya dugaan perbelanjaan sapi dan Pendirian bangunan Kandang yang tidak sesuai, mengisyaratkan
semua kelompok Ternak di Mandailing Natal sama halnya dengan kelompok Ternak ini.

Diminta para penegak Hukum  dan Instansi Terkait seperti kejaksaan, Kepolisian  untuk menindak lanjuti kejanggalan kelompok ternak yang di diduga merugikan Kelompok Ternak tersebut dan Jangan “Tutup mata”.

Alawi