SIANTAR – BarisanBaru.com
Pematangsiantar, 1 September 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar bersama Pemerintah Kota Pematangsiantar sukses menyelenggarakan Marpesta QRIS 2026 pada 15–30 Agustus lalu.
Rangkaian kegiatan yang digelar di tengah momentum Pekan QRIS Nasional, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) ini bertujuan memperkuat digitalisasi ekonomi serta perluasan akseptasi pembayaran digital di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menyampaikan bahwa Marpesta QRIS 2026 menjadi wujud kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya ajang kompetisi dan perayaan, tetapi komitmen bersama mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam siaran persnya Selasa (1/9/2026).
Ahmadi menjelaskan Sepanjang dua pekan pelaksanaan, berbagai kompetisi dan aktivasi digelar untuk meningkatkan literasi serta penggunaan instrumen digital. Di antaranya Business and Innovation Plan Competition, Kompetisi Artikel Jurnalistik, QRIS Acquisition Competition, QRIS Affiliate Competition, QRIS Padel Championship, dan Siantar QRIS Run 2026.
Tak ketinggalan, kampanye Kartu Kredit Indonesia (KKI) turut diperkenalkan sebagai alternatif pembayaran kredit domestik yang terintegrasi dengan ekosistem QRIS.
“Selain kompetisi, edukasi literasi keuangan juga menjadi perhatian. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai transaksi digital yang aman dan nyaman, termasuk pelindungan konsumen. Program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah juga digelar melalui kegiatan Peduli Koin dan CBP Melukis, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan peran strategis Rupiah dalam perekonomian,”kata Ahmadi.
Lebih lanjut Ahmadi mengatakan Dari sisi perluasan akseptasi digital, Bank Indonesia mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Implementasi QRIS Parkir Kota Pematangsiantar dan perluasan QRIS untuk retribusi wisata di Kabupaten Simalungun menjadi langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperluas penggunaan non-tunai.
Sektor UMKM dan pariwisata juga mendapat perhatian serius. Marpesta Kuliner yang digelar pada 28–29 Agustus melibatkan 38 UMKM binaan dan mencatat 1.565 transaksi, mencerminkan antusiasme masyarakat serta meningkatnya pemanfaatan QRIS. Bank Indonesia juga memfasilitasi penyusunan Peta Kuliner Legendaris Pematangsiantar serta mendorong kerja sama antara Becak Siantar Asli (BSA) dan Museum Simalungun untuk promosi destinasi wisata lokal.
Di bidang penguatan kapasitas pelaku usaha, program sertifikasi barista difasilitasi bagi pelaku usaha kopi, komoditas unggulan daerah. Sementara untuk ekonomi syariah, sinergi dengan Bank Sumut Syariah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan perbankan syariah menghasilkan sertifikasi nazir serta implementasi Wakaf Produktif Gerobak UMKM Masjid Rahmat melalui aplikasi SatuWakaf.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain itu, sinergi dengan pemerintah kota juga diarahkan untuk mendorong kepemilikan tabungan pelajar sebagai upaya penguatan literasi keuangan sejak dini.
Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, termasuk unsur Forkopimda, perbankan, pesantren, komunitas, akademisi, dan media massa, atas dukungan dan kontribusinya dalam menyukseskan Marpesta QRIS 2026,”tutup Ahmadi






