SIANTAR – BarisanBaru.com
Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, Marpesta QRIS merupakan wujud kerja sama BI dengan pemerintah daerah (pemda), termasuk untuk memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) serta untuk pengembangan ekonomi daerah.
“Juga mendukung pencapaian program pemberdayaan masyarakat melalui kompetisi bertema QRIS. Terbaru, kita juga melakukan kampanye Kartu Kredit Indonesia,” sebutnya.
Di arena Marpesta QRIS tersebut, sebanyak 38 UMKM diberi kesempatan untuk bersinergi dan bertransaksi menggunakan QRIS.
“Selama dua hari, 28 dan 29 Agustus 2026, terdapat 1.865 transaksi menggunakan QRIS,” kata Ahmadi.
Ahmadi memberikan apresiasi kepada Pemko Pematangsiantar, Forkopimda, perbankan, dan pihak lainnya yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Marpesta QRIS.
Sementara, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn memberikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang mendorong percepatan transformasi digital di Kota Pematangsiantar. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) merupakan inovasi yang memudahkan masyarakat bertransaksi secara non-tunai.
Dengan satu kode QR, seluruh aplikasi pembayaran dapat digunakan. Hal ini tidak hanya mempermudah pelaku UMKM dalam menerima pembayaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Acara Puncak sekaligus Penutupan Marpesta QRIS yang dirangkai kegiatan Hari Indonesia Menabung Kota Pematangsiantar Tahun 2026, di Lapangan Adam Malik, Minggu (30/08/2026).
Acara puncak Marpesta QRIS dimeriahkan Siantar QRIS Run 2026 yang diikuti ribuan peserta, dengan dua kategori yakni 5K dan 10K.
Wesly mengatakan, Marpesta QRIS merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan KPw BI Pematangsiantar.
“Acara ini bertujuan mempromosikan dan menarik minat masyarakat dalam penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran berbasis digital yang mudah dan aman,” kata Wesly.
Dalam kesempatan tersebut, Wesly mengajak seluruh pelajar untuk menabung melalui berbagai produk keuangan resmi.
“Mari kita jadikan kegiatan Gemar Menabung sebagai budaya sekaligus mengubah pilaku konsumtif menjadi produktif,” ajak Wesly.
Wesly menambahkan, peningkatan rekening pelajar naik signifikan sejak tahun 2024, dari jumlah rekening sebesar 121.834 menjadi 150.073 di tahun 2026.
Melalui momentum tersebut, Wesly juga berharap dapat menumbuhkan generasi gemar menabung sejak dini, yang pada akhirnya akan terus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
“Saya berharap pihak perbankan senantiasa memberikan kemudahan akses dan pelayanan terbaik agar seluruh lapisan masyarakat, gencar melakukan edukasi dan sosialiasi terkait Gerakan Indonesia Menabung serta berbagai produk tabungan yang tersedia,” tukasnya.
Acara juga diisi dengan penyerahan lukisan Wesly oleh Ahmadi. Lukisan tersebut terbuat dari limbah uang.
Limbah uang merupakan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK), yaitu uang Rupiah rusak atau tidak layak edar yang telah dihancurkan oleh BI.
Kemudian, Peluncuran Program Pemberdayaan Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Daerah, dan Perluasan Akseptasi Digital; penyerahan buku tabungan secara simbolis kepada pelajar dalam rangka Hari Indonesia Menabung; senam; sosialisasi dan kuis, pengumuman pemenang lomba, door prize, dan hiburan.(iw)






