TOP NEWS

Sejak Dilantik, SKPD Kota Padangsidimpuan “Kasak-Kusuk”

BarBar (Padangsidimpuan).

Sejak dilantiknya Sarmadan Hasibuan di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor
Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, pada Jumat (12/1) lalu,kini
sang Pj Wali Kota Padangsidimpuan kabarnya akan langsung  membuat gebrakan
dengan menciptakan birokrasi yang good government and clean governance.

Biasanya, dengan masuknya seorang pemimpin baru didalam suatu tatanan
pemerintahan,pastinya akan memilih dan menunjuk langsung orang-orang yang bisa
bersinergi guna mencapai kenyamanan dan keselarasan dalam bekerja.

Namun belakangan ini  terdengar santer isu akan dirombaknya kabinet, diawali
dengan akan digantinya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  kini mulai hangat
diperbincangkan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko padangsidimpuan.
Sehingga dengan isu akan dimutasinya SKPD,sontak membuat “gerah” ASN yang
belum bisa dipastikan “bertahan” atau “dilengserkan” dari jabatan tertentu.

Prihal ini diutarakan salah seorang ASN berinisial “FH” (48),kepada BarBar, “FH”
mengaku dengan dilantiknya Sarmadan Hasibuan menjadi Pj Walikota
Padangsidimpuan banyak SKPD yang “gerah” dan “kasak-kusuk”.

“Kasak-kusuk” dalam artian apakah seseorang ASN yang diamanahkan menjabat
suatu jabatan, diprediksi akan bertahan” atau dilengserkan dari “lahan basah” yang
sekarang ini diduduki.

Tidak tertutup kemungkinan pula, hal ini menjadi kesempatan bagi ASN yang lain
guna “mengejar mimpi” membuktikan diri kejenjang prestasi jabatan yang lebih baik
dari yang selama ini hanya “bawahan” mengejar jadi “atasan” sesuai kriteria
golongan jabatan ASN masing-masing.

Kasak-kusuk  isu Kepala Dinas (Kadis) akan diganti memaksa beberapa Kadis
memasang “kuda-kuda” agar tetap bertahan bahkan disinyalir ada yang rela bayar
“upeti” demi bisa duduk “dilahan basah” yang diinginkan.

Hal tersebut sangat disayangkan apabila benar adanya sistem birokrasi
pemerintahan seperti ini,dikatakan Ketua Umum LSM  Usut Koruptor Uang Negara
(UKUr) Sumut,Hendy Setiawan,Amd, “karena apabila untuk bisa menduduki suatu
jabatan saja sudah diharuskan bayar “upeti’ ,pastilah sang pemimpin tersebut (kadis-
red) akan berupaya untuk bisa balik modal. Tentu hal ini sangat
disayangkan”,tegasnya.(BB01)

5 thoughts on “Sejak Dilantik, SKPD Kota Padangsidimpuan “Kasak-Kusuk”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *